Beranda » Renungan » Etos Kerja, Sikap Terbuka, dan Keadilan dalam Islam

Etos Kerja, Sikap Terbuka, dan Keadilan dalam Islam

Budaya akademik akan dapat terwujud dengan syarat sikap-sikap positif juga dimiliki. Di antara sikap positif yang harus dimiliki adalah etos kerja yang tinggi,sikap terbuka dan berlaku adil. Arti penting dari ketiga sikap tersebut dapat diringkas sebagai berikut:

Untuk dapat meningkatkan etos kerja seorang muslim harus terlebih dahulu memahami tugasnya sebagai manusia yaitu sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi dan sebagai hamba yang berkewajiban untuk beribadah kepad aAllah SWT. Beberapa petunjuk Al-Qur’an agar dapat meningkatkan etos kerja antara lain;

  1. Mengatur waktu dengan sebaik-baiknya.
  2. Bekerja harus sesuai dengan bidangnya dan ini harus diberi catatan bahwa etos kerja yang tinggi tidak boleh menjadikan orang tersebut lupa kepada Allah SWT.

Sikap positif selanjutnya adalah sikap terbuka dan jujur, seseorang tidak mungkin meraih keberhasilan dengan cara mempunyai etos kerja yang tinggi kalu tidak memiliki sikap terbuka dan jujur. Karenaorang yang tidak terbuka maka akan cenderung menutup diri sehingga tidak dapat bekerjasama dengan orang lain. Apalagi kalu tidak jujur maka energinya akan tersita untuk menutupi ketidakjujuran yang dilakukan. Maka Al-qur’an dan Hadis memberi apresiasi yang tinggi tehadap orang yang terbuka dan jujur.

Buah dari keterbukaan seseorang maka akan melahirkan sikap adil. Makna yang diperkenalkan Al-qur’an buka hanya dalam aspek hukum melainkan dalam spektrum yang luas. Dari segi kepada siapa¬† sikap adil itu harus ditujukan Al-qur’an memberi petunjuk bahwa sikap adil dissamping kepada Allah SWT dan orang lain atau sesama makhluk juga kepada diri sendiri.

Dikutif dari Buku:PAI (Ali Nurdin,Syaiful Mikdar,wawan Suharmawan) Universitas Terbuka Hal. 7.48

 

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 106 pengikut lainnya.