Beranda » Renungan » Agar Kaya, Seriuslah Bekerja

Agar Kaya, Seriuslah Bekerja

Harta itu bagaikan bara api, Bara api dapat dimanfaatkan untuk membuat alat dari logam. Sebuah alat tidak akan dapat dibentuk dengan bagus dan mudah tanpa bara api. Begitu pula kehidupan kita, perlu harta untuk membentuknya. Artinya, harta sangat berperan guna mencapai keinginan dan cita-cita.

Engkau harus memiliki harta, kesempatan untuk dapat mengumpulkan harta terbentang luas. Meskipun demikian engkau dituntut untuk bekerja keras dan serius. Engkau harus berbekal kecerdasan, mampu mengelola waktumu yang tepat dan cepat bertindak. Laksana sebuah alat yang perlu diperhatikan proses pembuatannya dengan beberapa konsep dan aturan.

Dalam memungut harta, engkau tidak boleh melakukan sesuatu yang berbau riba, bermain suap, mencuri atau dengan menjual sesuatu yang terlarang. Secara umum, engkau tidak boleh mencari harta yang melanggar syariat.

Harta merupakan sumber kekuatan hidup. Dengan harta, engkau akan berbalas dari belenggu hutang atau kehinaan. janganlah engkau mati meninggalkan anak-anakmu dalam keadaan miskin.

Rasulullah saw. bersabda kepada Said, ” Sesungguhnya jika kamu meninggalkan keturunanmu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan menjadi beban orang lain.”

Rasulullah saw. bersabda kepada Amr bin Ash,”Wahai Amr! Sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan orang shalih.

Orang Islam harus kaya agar tidak dipandang hina. Karena itu engkau harus bekerja keras, mencari rezki yang halal dan memanfaatkan dengan cara yang halal pula. Rasulullah dan para sahabatnya pun dikenal sebagai orang yang kaya. Kejayaan Islam karena para sahabatnya kaya raya dan dermawan menggunakan hartanya untuk perjuangan menegakan kebenaran. Seperti Abu Bakar dan Abdur Rahman bin Auf, atau Malik bin DInar.

Di kalangan tabiin, orang yang dikenal kaya raya adalah Abdullah bin Mubarak. Seorang konglomerat tetapi memiliki sikap kezuhudan luar biasa.

Fudhail bin Iyadh pernah bertanya kepada Abdullah bin al-Mubarak, “Engkau menyuruh kami berzuhud dan hemat, sedangkan kami melihat kehidupan dengan perniagaan, Bagaimana ini?

Abdulah bin a-Mubarak menjawab,”Wahai Abu Alisebutan Fudhail), semua ini kulakukan untuk menjaga harga diri dan memuliakan kerohmatanku, serta aku membutuhkan harta ini agar selalu taat kepada Tuhanku.”

Dikutif dari Buku :Menjadi Manusia Ma’rifat dab Berjiwa Besar.

 

 

 

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 106 pengikut lainnya.