Beranda » Artikel

Category Archives: Artikel

http://xsltcache.alexa.com/site_stats/gif/s/a/cGtibWJlcmxpYW4ud29yZHByZXNzLmNvbQ==/s.gif

RSS Info Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
StatsCrop
View samsiberlian's profile on slideshare

Review http://pkbmberlian.wordpress.com on alexa.com

Flickr Photos

More Photos

RSS Info Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Teman Pkbm Berlian

PETA PKBM “BERLIAN” CIREBON

http://www.flickr.com//photos/pkbmberlianwordpresscom/show/

Arsip

UA-30211493-1

Masyarakat Desa Lulusan PAUD Harus Mampu Calistung

Paud merupakan kegiatan penanaman pengetahuan, sikap, motorik dan keterempilan ditambah dengan keagamaan, yang dilalui dengan kegiatan pembelajaran bermain bukan bertujuan anak-anak usia dini dipaksakan untuk mampu calistung.

Masyarakat di Pedesaan belum begitu memahami peran dari lembaga pendidikan yang menyelenggarakan Paud. Masyarakat beranggapan bahwa  lembaga Paud tempat belajar untuk mencetak anaknya menjadi anak yang  mampu calistung. Sehingga akan menjadi suatu beban bagi penyelenggara dan dikhawatirkan anak akan menjadi tertekan karena adanya paksaan dalam kegiatan belajarnya.

Bila lembaga Paud tidak mampu memberikan kontribusi kepada anaknya mampu calistung masyarakat mengganggap lembaga tersebut tidak mampu menyelenggarakan PAUD. Inilah yang menjadi pemikiran dari penyelenggara, sehingga saya menulis untuk sedikitnya mengajak kepada pembaca yang mengetahui tentang paud marilah kita bersama untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa lembaga Paud bukan mencetak anak menjadi mampu calistung.

Fungsi Perpustakaan Sekolah

  1. Fungsi Edukatif : yang berarti perpustakaan harus mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkan daya pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswa dalam cara menggunakan bahan pustaka dengan baik.
  2. Fungsi Informatif, yang berarti perpustakaan harus mampu menyediakan bahan yang beraneka ragam,bermutu, dan up to date yang di susun secara sistematis, untuk memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya.
  3. Fungsi Administratif, yaitu bahwa perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.
  4. Fungsi Rekreatif, yaitu perpustakaan di samping menyediakan buku-buku pengetahuan perlu juga menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif yang bermutu yang dapat digunakan oleh para pembaca untuk mengisi waktu luang/senggang.
  5. Fungsi Reseach (Penelitian), yakni bahwa perpustakaan merupakan sarana yang dapat memberikan berbagai informasi untuk kepentingan penelitian.

Penulisan Gelar Akademik

Kendati hanya persoalan kecil, tetapi kebanyakan orang tidak memahami penulisan gelar yang benar. Penulisan gelar sejatinya tidaklah sesulit yang dibayangkan, tetapi juga tidak segampang yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang.

Berdasarkan aturan kebahasaan, penulisan gelar termasuk kategori pemahaman tentang singkatan. Singkatan adalah kependekkan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik dilafalkan huruf demi huruf maupun dilafalkan sesuai dengan bentuk lengkapnya.  Selain itu, dalam buku pedoman umum ejaan yang disempurnakan (EYD), penulisan gelar juga   secara intens disinggung, bahkan disertai beberapa contoh penulisan yang benar. Namun demikian, masyarakat masih saja banyak yang belum memahami dengan baik teknik penulisan gelar yang benar.

Sekarang, marilah kita analisis tentang penulisan gelar ini, agar kita tidak lagi menemui kesulitan di kemudian hari.

Jika dianalisis kata per kata, penulisan gelar dapat dinalar melalui teori singkatan. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana pendidikan, yang ditulis benar, Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan ditulis di belakang nama penyandang gelar. Huruf  “S“ pada kata sarjana, ditulis dengan huruf besar dan diakhiri dengan tanda titik, merupakan satu kata. Kemudian, huruf  “P” ditulis dengan huruf besar, tetapi huruf  “D”  ditulis dengan huruf kecil dan diakhiri dengan tanda titik. Huruf  “D”  ditulis dengan huruf kecil karena posisinya sebagai bagian dari rangkaian satu kata dengan huruf “P” yang merupakan kepanjangan dari kata “pendidikan”. Demikian pula singkatan-singkatan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, juga akan mengalami proses kebahasaan yang sama.

Lain halnya dengan singkatan pada gelar yang tanpa menyertakan huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian satu kata. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana hukum, sarjana ekonomi, dan sarjana pertanian. Jika disingkat, ketiga contoh gelar tersebut hanya terdiri dari huruf awal, dan tanpa menyertakan huruf peluncur yang merupakan bagian dari rangkaian kata, sehingga penulisannya pun terdiri atas huruf per huruf serta masing-masing ditandai dengan tanda baca titik. Dengan demikian, penulisan gelar sarjana hukum, ditulis di belakang nama penyandang gelar dengan singkatan: S.H., sarjana ekonomi ditulis S.E., dan sarjana  pertanian ditulis S.P..Penulisan-penulisan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, dan yang hanya terdiri dari dua huruf atau lebih tanpa disertai dengan huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian kata, harus mengikuti pola penulisan tersebut.

Berikut ini contoh-contoh penulisan gelar yang benar.

Gelar Sarjana

S.Ag. (Sarjana Agama)

S.Pd. (Sarjana Pendidikan)

S.Si.  (Sarjana Sains)

S.Psi. (Sarjana Psikologi)

S.Hum. (Sarjana Humaniora)

S.Kom. (Sarjana Komputer)

S.Sn. (Sarjana Seni)

S.Pt. (Sarjana Peternakan)

S.Ked. (Sarjana Kedokteran)

S.Th.I. (Sarjana Theologi Islam)

S.Kes. (Sarjana Kesehatan)

S.Sos. (Sarjana Sosial)

S.Kar. (Sarjana Karawitan)

S.Fhil. (Sarjana Fhilsafat)

S.T. (Sarjana Teknik)

S.P. (Sarjana Pertanian)

S.S. (Sarjana Sastra)

S.H. (Sarjana Hukum)

S.E. (Sarjana Ekonomi)

S.Th.K. (Sarjana Theologi Kristen)

S.I.P. (Sarjana Ilmu Politik)

S.K.M. (Sarjana Kesehatan Masyarakat)

S.H.I. (Sarjana Hukum Islam)

S.Sos.I. (Sarjana Sosial Islam)

S.Fil.I. (Sarjana Filsafat Islam)

S.Pd.I. (Sarjana Pendidikan Islam), dsb.

Gelar Magister

M.Ag. (Magister Agama)

M.Pd. (Magister Pendidikan)

M.Si. (Magister Sains)

M.Psi. (Magister Psikologi)

M.Hum. (Magister Humaniora)

M.Kom. (Magister Komputer)

M.Sn. (Magister Seni)

M.T. (Magister Teknik)

M.H. (Magister Hukum)

M.M. (Magister Manajemen)

M.Kes. (Magister Kesehatan)

M.P. (Magister Pertanian)

M.Fhil. (Magister Fhilsafat)

M.E. (Magister Ekonomi)

M.H.I. (Magister Hukum Islam)

M.Fil.I. (Magister Filsafat Islam)

M.E.I. (Magister Ekonomi Islam)

M.Pd.I. (Magister Pendidikan Islam), dsb.

S.Th.K. (Sarjana Theologi Kristen)

Gelar Sarjana Muda Luar Negeri

B.A. (Bechelor of Arts)

B.Sc. (Bechelor of Science)

B.Ag. (Bechelor of Agriculture)

B.E. (Bechelor of Education)

B.D. (Bechleor of Divinity)

B.Litt. (Bechelor of Literature)

B.M. (Bechelor of Medicine)

B.Arch. (Bechelor of Architrcture), dsb.

Gelar Master Luar Negeri

M.A. (Master of Arts)

M.Sc. (Master of Science)

M.Ed. (Master of Education)

M.Litt. (Master of Literature)

M.Lib. (Master of Library)

M.Arch. (Master of Architecture)

M.Mus. (Master of Music)

M.Nurs. (Master of Nursing)

M.Th. (Master of  Theology)

M.Eng. (Master of Engineering)

M.B.A. (Master of Business Administration)

M.F. (Master of Forestry)

M.F.A. (Master of Fine Arts)

M.R.E. (Master of Religious Ediucation)

M.S. (Mater of Science)

M.P.H. (Master of Public Health), dsb.

Gelar Doktor Dalam Negeri

Penulisan gelar doktor dalam negeri pun sering tidak dipahami dengan benar oleh kebanyakan orang, padahal jika kita mampu menganalisis, tidaklah sulit untuk dapat menemukan jawabannya.

Penulisan gelar doktor dalam negeri sama dengan penulisan gelar-gelar yang lain. Karena huruf  “D” dan “R” merupakan rangkaian satu kata, maka penulisan gelar doktor yang benar adalah: Dr. (Doktor), dan ditulis di depan nama penyandang gelar. Huruf  “D” ditulis dengan huruf besar, dan huruf “R” ditulis dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik pula.

Selain itu, di Indonesia juga memberlakukan sebutan profesional untuk program diploma. Aturan main penulisan sebutan profesional dalam negeri untuk program diploma ditulis di belakang nama penyandang sebutan profesional tersebut. Perhatikan beberapa sebutan profesional program diploma dalam negeri sebagai berikut.

Program diploma satu (D1) sebutan profesional ahli pratama, disingkat (A.P.);

Program diploma dua (D2) sebutan profesional ahli muda, disingkat (A.Ma.);

Program diploma tiga (D3) sebutan profesional ahli madya, disingkat (A.Md.); dan

Program diploma empat (D4) sebutan profesional ahli, disingkat (A.).

Akhir-akhir ini sebutan profesional untuk program diploma, sebagaimana yang tertera itu, cenderung diikuti oleh ilmu keahlian yang dimiliki. Sebagai misal, sebutan profesional untuk ahli muda kependidikan disingkat A.Ma.Pd., ahli madya keperawatan disingkat A.Md.Per., ahli madya kesehatan disingkat A.Md.Kes., ahli madya kebidanan disingkat A.Md.Bid., dan ahli madya pariwisata disingkat A.Md.Par.

Selanjutnya, banyak orang bertanya-tanya tentang beberapa gelar doktor luar negeri yang tidak mereka pahami maksudnya, juga tidak mereka ketahui cara penulisannya, sehingga banyak diantara mereka hanya dapat memperkirakan maksud, dan demikian pula cara penulisannya. Karena berdasarkan perkiraan belaka, maka banyak diantara mereka salah menebak maksud serta cara penulisannya.

Penulisan gelar doktor, master, dan sarjana muda dari luar negeri, ditulis di belakang nama penyandang gelar. Sebagaimana penulisan gelar-gelar dalam negeri, penulisan gelar dari luar negeri pun sama. Untuk dapat memahami penulisan yang benar, kita perlu menganalisis kata per kata sebagaimana cara menganalisis kata per kata pada penulisan gelar dalam negeri. Sebagai misal, gelar doctor of philosophy, yang ditulis benar [Ph.D.]. Huruf “P” ditulis dengan huruf besar, tetapi huruf “H” ditulis dengan huruf kecil, dan diakhiri dengan tanda titik. Huruf “H” ditulis dengan huruf kecil karena posisinya sebagai bagian dari rangkaian satu kata dengan huruf “P” yang merupakan kepanjangan dari kata philosophy, sedangkan huruf “D” ditulis dengan huruf besar sebagai singkatan dari kata doctor, dan diakhiri dengan tanda titik.

Perhatikan beberapa gelar doktor luar negeri yang sering kita jumpai di Indonesia, dan contoh penulisannya:

Ph.D. (Doctor of Philosophy);                       =>               Sigit Sugito, Ph.D.

Ed.D. (Doctor of Education);                        =>               Sigit Sugito, Ed.D.

Sc.D. (Doctor of Science);                             =>               Sigit Sugito, Sc.D.

Th.D. (Doctor of Theology);                          =>               Sigit Sugito, Th.D.

Pharm.D. (Doctor of Pharmacy);                  =>                Sigit Sugito, Pharm.D.

D.P.H. (Doctor of Public Health);                 =>               Sigit Sugito, D.P.H.

D.L.S. (Doctor of Library Science);              =>                Sigit Sugito, D.L.S.

D.M.D. (Doctor of Dental Medicince);         =>                Sigit Sugito, D.M.D.

J.S.D. (Doctor of Science of Jurisprudence). =>               Sigit Sugito, J.S.D., dsb.

Tambahan lagi, penulisan gelar ganda yang kedua gelar tersebut berada di belakang nama penyandang gelar, juga perlu memperhatikan teknik penulisan yang benar. Bahwasanya, selama ini kita sering menjumpai bahkan mungkin, menjadi pelaku sendiri penulisan gelar ganda yang tidak memperhatikan tata cara penulisan yang benar.

Tenik penulisan gelar ganda yang kedua-duanya berada di belakang nama penyandang gelar, banyak terkait dengan penggunaan tanda baca koma (,). Penulisan yang benar adalah setelah nama (penyandang gelar), dibubuhkan tanda koma (,) kemudian diikuti gelar yang pertama, ditulis dengan teknik penulisan yang benar, lalu dibubuhkan tanda koma untuk penulisan gelar yang kedua, dan seterusnya (jika ada gelar-gelar yang lain). Perhatikan beberapa contoh penulisan gelar ganda di bawah ini:

Endra Lesmana, S.Ag., S.H.

Endra Lesmana, S.Pd., S.S.

Endra Lesmana, S.Hum., S.Pd.I.

Jika penyandang gelar memiliki gelar lebih dari dua gelar, dan semuanya berada di belakang nama penyandang gelar, teknik penulisannya pun sama. Perhatikan pula beberapa contoh penulisan gelar yang lebih dari dua gelar di belakang nama penyandang gelar.

Imam Prasodjo, S.S., M.Hum., M.Pd.

Imam Prasodjo, S.Pd., S.S., M.Ed.

Imam Prasodjo, S.Ag., M.E.I., Ph.D.

Penulisan gelar dengan mengikuti nama penyandang gelar yang ditulis dengan huruf balok (kapital), gelar tetap ditulis sesuai dengan penulisan gelar yang benar. Jika gelar tersebut terdapat huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian satu kata, sebagai misal, gelar S.Ag., S.Pd., S.Pt., huruf g, d, dan t yang posisinya sebagai huruf peluncur dari rangkaian satu kata, tidak ditulis dengan huruf besar. Perhatikan beberapa contoh di bawah ini:

Ditulis Benar                          Ditulis Salah                       Juga Ditulis Salah

Hadi Mulya, S.Pd.                   HADI MULYA, S.PD.        HADI MULYA, S.Pd.

Hadi Mulya, S.Ag.                   HADI MULYA, S.AG.       HADI MULYA, S.Ag.

Hadi Mulya, S.Pt.                    HADI MULYA, S.PT.        HADI MULYA, S.Pt.

Di dalam aturan kebahasaan, nama orang tidak dibenarkan ditulis dengan huruf balok (kapital), kecuali untuk kepentingan tertentu. Jika ditulis, huruf balok (kapital) hanya dibenarkan ditulis pada awal kata nama orang. Karena itu, penulisan gelar dengan mengikuti nama penyandang gelar yang sama-sama ditulis menggunakan huruf balok, tidak hanya salah, tetapi sudah salah kaprah


Sumber: Dr. Warsiman, M.Pd.

Peran Manifesto Politik 1925, Kongres 1928 dan Perempuan Pertama dalam Proses Pembentukan Identitas Kebangsaan Indonesia

1.     Peran Manifesto Politik 1925 dalam Proses Pembentukan Identitas Kebangsaan Indonesia

Pada tahun 1908 di negeri belanda berdirilah organisasi Indische Vereenlging. Organisasi ini didirikan oleh Sutan Kasayangan Sorlpada, R.N. Noto Suroto, R.P. Sosrokartono, R. Husin Djayadiningrat, Notodiningrat, Sumitro Kolopaking dan dr. Apituley.

Tujuan organisasi ini adalah memajukan kepentingan-kepentingan orang-orang yang berasal dari Indonesia, yaitu orang-orang pribumi dan non pribumi. Pada mulanya oraganisasi ini bersifat social budaya, namundengan berakhirnya perang dunia dan imperialismu mereka merubah suasana semangat ke dalam bidang politik.

Nasionalisme berkembang di Eropa. Nasionalisme merupakan kesetiaan manusia sebagai warga negara pada kepentingan bangsanya. Nasionalisme dapat diartikan sebagai perasaan cinta terhadap tanah airnya yang di timbulkan perasaan tradisi (sejarah, agama, bahasa, kebudayaan, pemerintahan dan tempat tinggal) dan mempertahankan serta mengembangkan tradisi milik bersama.

Manifesto politik adalah suatu pernyataan terbuka tentang tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok terhadap masalah negara. Pada pergerakan nasional, Indonesia mengeluarkan pernyataan politik yang berkaitan dengan nasib dan masa depan bangsanya.

Pada bulan Maret 1923 Majalah Hindia Poetra menyebutkan bahwa asas dari organisasi Indonesische Vereeniging itu adalah: Mengusahakan suatu pemerintahan untuk Indonesia, yang bertanggung jawab hanya kepada rakyat Indonesia semata-mata, bahwa hal yang demikian itu hanya akan dapat dicapai oleh orang Indonesia sendiri bukan pertolongan siapapun juga; bahwa segala jenis perpecahan tenaga masalah dihindarkan, supaya tujuan itu lekas tercapai.

Sejak tahun 1923 Indonesische Vereeniging aktif berjuang bahkan mempelopori dari jauh perjuangan kemerdekaan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Cita-cita perhimpunan Indonesia tertuang pada empat ideologi dengan memperhatikan masalah sosial, ekonomi dengan menempatkan kemerdekaan sebagai tujuan politik yang dikembangkan sejak tahun 1925 berikut:

-          Kesatuan Nasional: Mengesampingkan perbedaan sempit seperti yang berkaitan dengan kedaerahan, perlu dibentuk suatu keatuan untuk melawan Belanda

-          Solodaritas: Terdapat perbedaan kepentingan yang sangat mendasar antara penjajan dengan ang dijajah.

-          Non Kooperasi: Kemerdekaan bukanlah hadiah, maka hendaknya dilakukan perjuangan sendiri tanpa mengandalkan lembaga yang ada

-          Swadaya: Perjuangan yang dilakukan harus mengandalkan kekuatan sendiri.

Dalam deklarasi ditekankim pula pokok-pokok seperti ide unity (kesatuan), equality (kestaraan) dan liberty (kemerdekaan). Perhimpunan Indonesia percaya bahwa semua orang di Indonesia dapat menerima dan menciptakan gerakan yang kuat dan terpadu untuk memaksakan kemerdekaan kepada pihak Belanda. Cita-cita Perhimpunan Indonesia yang mengandung empat pokok ideologi yang dikembangkan sejak tahun 1925 yaitu, kesatuan nasional, solidaritas, non kooperasi dan swadaya.

2.     Peran kongres Pemuda 1928 dalam Proses Pebentukan Identitas Kebangsaan Indonesia

Sejak berdirinya Budi Utomo (20 Mei 1928) maka muncullah organisasi-organisasi pergerakan kebangsaan di berbagai daerah, antara lain yaitu organisasi pemuda Tri Koro Dharmo (7 Maret 1915). Untuk menghindari perpecahan pada waktu kongres di Solo ditetapkan bahwa , mulai tanggal 12 juni 1928 namanya siubah menjadi Jong Java. Wadah kegiatan-kegiatan itu dikenal dengan nama Kongres Pemuda atau disebut juga Sumpah Pemuda.

Organisasi yang bernama Jong Indonesia yang didirikan pada Februari 1927 ini kemudian mengganti nama mnejadi Pemuda Indonesia. Para anggotanya terdiri dari murid-murid yang berasal dari AMS, RHS, dan Stovia.

Pertemuan awalnya dimulai 15 November 1925 dengan membentuk panitia Kongres Pemuda pertama yang bertugas menyusun tujuan kongres.

a.       Kongres pemuda (30 April – 2 Mei 1926)

1.       Tempat Kongres di Jakarta

2.       Tujuan kongres: Menanamkan semangat kerjasama antara perkumpulan pemuda di Indonesia untuk menjadi dasar bagi persatuan Indonesia.

3.       Susunan Panitia:

- Ketua                    : M. Tabrani

- Wakil ketua           : Sumatro

- Sekretaris              : Jamaludin

- Bendahara             : Suwarso

- Anggota                : 1. Bahder johan

                                 2. Yan Taole Soelehul

                                 3. Paul Pinontuan

                                 4. Hammami

                                 5. Sarbini

                                 6. Sanusi Pane

                      4. Hasil Kongres:

                          a.) mempersiapkan Kongres pemuda II

                          b.) mengusulkan semua perkumpulan pemuda aga bersatu dalam satu organisasi pemuda Indonesia.

Pada tahun 1928 alam pikiran pemuda Indonesia sudah mulai dipenuhi jiwa persatuan rasa bangga dan rasa memiliki cita-cita tinggi yaitu Indonesia medeka, telah mencengkeram jiwa rakyat Indonesia.

b. Kongres pemuda II

Kongres ini berlangsung digedung Indonesia club, di Jl. Kramat Raya 106, Jakarta. Pada tanggal 27-28 Oktober 1928. kongres ini terlaksana atas inisiatif dari PPPI dan Pemuda Indonesia. Ketuanya adalah Sugondo Joypuspito. Keputusan-kepeutusannya adalah:

1.)    mengucapkan ikrar sumpah pemuda

2.)    menetapkan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan

3.)    menetapkan sang merah putih sebagai bendera Indonesia

4.)    melebur semua organisasi Pemuda menjadi satu dengan nama Indonesia Pemuda

Semangat persatuan dan kesatuan yang menjiwai partai-partai diwujudkan dalam wadah baru bernama Gabungan Poliyik Indonesia (GAPI). Beberapa perkumpulan wanita bergabung dalam Perhimpunan Isteri Indonesia, juga semua organisasi kepanduan yang membentuk persatuan dengan nama Badan Pusat Persaudaraan Kepaduan Indonesia (BPPKI).

Ada beberapa makna yang terkandung didalam Sumpah Pe,uda yaitu sebagai berikut:

1.       Dikalangan tokoh-tokoh pergerkan telah ada, perubahan pola piker dari lingkup etnis kedaerahan ke cakrawala nasional

2.       Perubahan pola piker itu melahirkan kesadaran nasional bahwa seluruh penduduk yang mendiami kepulauan Nusantara menjadi satu bangsa besar dengan nama Indonesia

3.       Untuk keperluan persatuan dalam pergerakan disepakati menggunakan bahasa Melayu sebagai media perjuangan.

Dalam Kongres Pemuda itu Identitas Kebangsaan Indonesia semakin terbentuk, identitas itu kini berwujud: tanah air, bangsa, bahasa dan persatuan dengan nama Indonesia. Karena pentingnya Kongres Pemuda II, maka tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Pemuda.

3. Peran Kongres Permpuan Pertama dalam Proses Pembentukan Identitas Kebangsaan Indonesia

Pergerakan Kaum Wanita di Indonesia dirintis oleh R.A Kartini (1879-1904). Perjuangan R.A Kartini memunculkan semangat nasionalisme bagi kaum wanita. Penerus R.A Kartini adalah Dewi Sartika (1884-1974) dari Jawa Barat.

Berkat cita-cita Kartini, munculah gerakan pendidikan wanita di Indonesia.

a.       Putri Mardika (1912) di Jakarta

Perkumpulan Putri Mardika bertujuan mencari dana bagi gadis-gadis yang ingin memberi nasihat bagi kaum putri.

b.      Kartinifonds (Dana Kartini)

Perkumpulan ini didirikan oleh C. Th. Van Deventer. Sekolah Kartini didirikan di Semarang pada tahun 1913

c.       Keutamaan Istri (1913) di Tasikmalaya

Perkumpulan ini menaungi sekolah yang didirikan Dewi Sartika.

d.      Kerajaan Amai Setia di Sumatera Barat

Organisasi ini berdiri di Padang pada tahun 1914 oleh Rohana Kudus. Tujuannya untuk meningkatkan derajat Kaum Wanita melalui pendidikan, membaca, menulis, berhitung maupun membuat kerajinan tangan.

e.      Keutamaan Istri Minangkabay di Padang panjang

Organisasi ini bertujuan menyebarluaskan pengetahuan umum, pendiri sekolah industri dan kerajinan wanita.

f.        Aisiyah

Organisasi ini didirikan pada 22 april 1917 oleh Siti Wardah. Aisiyah adalah organisasi di bawah naungan Muhammadiyah. Tujuannya untuk meningkatkan pendidikan keagamaan dan menanamkan rasa kebangsaan bagi kaum Indonesia.

g.      Organisasi-organisasi Kewanitaan Lain

Organisasi kewanitaan lainnya, missal Budi Wanito Solo (1919), Wanito Mulyo di yogya dan Wanito Utomo di Yogya (1921), Wanito katholik di Yogya (1921), Wanito Taman Siswa (1922), Wanudyo Utomo dan Puteri Indonesia (1927).

Organisasi kewanitaan sudah mulai berkembang sejak tahun 1920. Kongres Perempuan I diadakan pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta, dipimpin oleh R.A Sukanto. Tujuan Kongres Permpuan I:

1.       Mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan kaum wanita

2.       Menyatukan organisasi-organisasi wanita yang beraneka ragam

Di Kongres ini membicarakan masalah persatuan di kalangan wanita, poligami dan perceraian, dan sebgainya. Keputusan yang diambil dalam Kongres tersebut adalah mendirikan gabungan perkumpulan wanita yang disebut Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI).

PPI berganti nama menjadi PPII (Perserikatan Perhimpunan Istri Indonesia) pada tahun 1929. Karena pentingnya kongres ini, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu.

Pengaruh Kongres Permpuan I dalam Perjuangan Indonesia:

1.       Merupakan kebangkitan kesadaran nasional di kalangan wanita

2.       Membuka kesadaran kaum wanita untuk ikut berjuang dalam bidang pendidikan dan kebudayaan social, ekonomi, politik dan lain-lain

Masa Remaja masa keemasan Fase ke dua

Manusia adalah makhluk hidup yang terus berubah baik fisik maupun psikis, perubahan tersebut terbagi kedalam beberapa fase dari bayi,masa anak usia dini (pra sekolah), anak-anak,remaja, dan sampai mencapai kedewasaan.

Dilihat dari perkembangannya, masa anak usia dini (pra sekolah) adalah masa keemasaan fase pertama (awal) yang harus benar-benar di isi jiwanya dengan hal-hal positif agar mengahsilkan positif pula, dan saat memasuki fase  anak-anak sudah siap segalanya baik fisik maupun psikis.

Setelah melewati masa anak-anak masuklah ke masa remaja (fase remaja) usia ini diantara 13 tahun sampai dengan 19 tahun. Bila anak-anak sudah memasuki masa remaja akan tampak perubahan yang signifikan baik dilihat dari fisik (pertumbuhan badan) maupun psikisnya( perkembangan pemikirannya), ditambah lagi saat ini telah memasuki era globalisasi, yang didalamnya banyak sekali pengaruh-pengaruh yang dapat merusak masa remaja.

Masa Remaja dilihat dari cara berpikir akan lebih banyak ke arah berpikir negative dibandingkan dengan berpikir positif. Karena masa ini masa dimana remaja ingin menunjukkan dirinya sebagai manusia yang hidup dimuka bumi ini. Dan ingin menunjukkan kepada rekan-rekan remaja yang lain bahwa dirinyalah yang memiliki kelebihan dari rekan-rekannya. Dibalik semangat diri untuk merubah segalanya kadang-kadang tidak menyadari akibat yang di lakukannya, sehingga akhirnya berdampak pada remaja tersebut mengalami kegagalan untuk mencapai masa kedewasaannya.

Menurut versi saya bahwa remaja merupakan fase keemasaan kedua dilihat dari fisik dan psikisnya.Karena berhasil atau tidaknya untuk mencapai kedewasaan yakni di masa remaja. Yang menjadi dasar saya menulis bahwa masa remaja masa keemasan fase kedua itu di bawah ini saya akan tuliskan beberapa remaja yang dikategorikan remaja gagal diantaranya:

  • Memulai untuk mencoba merokok dan sampai pada narkoba
  • Mencoba untuk menjadi pemabuk
  • Mencoba untuk melakukan jinah/ berhubungan seksual
  • Hamil sebelum menikah padahal masih sebagai anak sekolah

Dari ketiga contoh remaja yang melakukan hal-hal negative tersebut yang akan menjadi dirinya gagal untuk mencapai kedewasaan.

Oleh karena itu masa remaja merupakan jembatan berhasil atau tidaknya masa dewasa. Modal untuk mencapai kedewasaan optimal adalah melakukan terus kegiatan positif di saat remaja.

Rumpun bahasa di Dunia

Bahasa-bahasa di dunia dapat dikelompokan menjadi rumpun bahasa mencakup bahasa-bahasa yang dapat diperlihat memiliki leluhur yang sama. Linguis saat ini mengenali ratusan rumpun bahasa, walau beberapa dari mereka dapat dikelompokan menjadi unit lebih besar bila lebih banyak bukti di dapat dan dipelajari lebih dalam. Saat sekarang ada lusinan bahasa terisolasi — bahasa yang tidak dapat diperlihatkan berelasi dengan bahasa lain di dunia. Di antaranya adlah Basque, dituturkan di Eropa, Zuni di New Mexico, P’urhépecha di Mexico, Ainu di Jepang, Burushaski di Pakistan dan banyak lainnya.

Rumpun bahasa di dunia yang memiliki jumlah penutur paling banyak adalah Bahasa Indo-Eropa, dituturkan oleh 46% dari populasi dunia. Rumpun ini mengikutkan bahasa utama dunia seperti Inggris, Bahasa Spanyol, Bahasa Rusia dan Bahasa Hindi/Bahasa Urdu. Rumpun bahasa Indo-Eropa mencapai pemerataan pertama selama Periode Migrasi Eurasia (400-800 AD), dan diteruskan lewat ekspansi kolonial Eropa yang membawa bahasa Indo-Eropa ke posisi dominan secara politik dan terkadang jumlah di Amerika dan sebagian Afrika. Bahasa Sino-Tibetan dituturkan oleh 21% populasi dunia dan mengikutkan banyak bahasa dari Asia Timur termasuk Cina Mandarin, Bahasa Kanton, dan ratusan bahasa-bahasa kecil.

Afrika adalah rumah bagi sejumlah besar rumpun bahasa, yang terbesar yaitu Bahasa Niger-Kongo yang mengikutkan bahasa seperti Bahasa Swahili, Bahasa Shona dan Bahasa Yoruba. Penutur dari bahasa Niger-Kongo terhitung 6,4% dari populasi dunia. Jumlah orang yang sama juga menuturkan Bahasa Afroasiatik, yang mengikutkan Bahasa Semitik seperti Bahasa Arab, Bahasa Hebrew dan bahasa-bahasa di wilayah Sahara seperti Bahasa Berber dan Bahasa Hausa.

Bahasa Austronesian dituturkan oleh 5,9% populasi dunia dan membentang dari Madagaskar sampai Asia Tenggara Laut mencapai Oseania. Ia mengikutkan beberapa bahasa seperti Bahasa Malagsy, Bahasa Maori, Bahasa Samoan, dan banyak bahasa pribumi di Indonesia dan Taiwan. Bahasa Austronesian dianggap berasal dari Taiwan sekitar 3000 SM, dan tersebar lewat wilayah Oseanik lewat perpindahan-pulau, berdasarkan pada tingkat kemajuan teknologi kelautan. Rumpun bahasa padat lainnya adalah Bahasa Dravidian dari Asia Selatan (di antaranya Bahasa Tamil dan Bahasa Telugu), Bahasa Turkic dari Asia Tengah (seperti Bahasa Turki), dan Bahasa Austro-Asiatic (di antaranya Bahasa Khmer) dan Bahasa Tai-Kadai dari Asia Tenggara (termasuk Bahasa Thai). [107]

Area di dunia yang memiliki keberagaman linguistik tertinggi seperti Amerika, Papua-New Guinea, Afrika Barat dan Asia-Selatan memiliki raturan rumpun bahasa kecil. Di Amerika beberapa rumpun bahasa besar termasuk Bahasa Quechumaran, Bahasa Arawak, dan rumpun Bahasa Tupi-Guarani dari Amerika Selatan, Bahasa Uto-Aztecan, Bahasa Oto-Manguean, Bahasa Mayan dari Mesoamerica, dan Bahasa Na-Dene dan Bahasa Algonquian rumpun bahasa dari Amerika Utara. Di Australia, kebanyakan bahasa pribumi termasuk pada rumpun Bahasa Pama-Nyungan, walaupun Papua-New Guinea adalah rumah bagi sejumlah besar rumpun bahasa kecil dan terisolasi, sebagaimana juga sejumlah bahasa Austronesian.

Sumber:Wikipedia Indonesia

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya.