PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Renungan » Akhlak Mulia Dan Akhlak Tercela

Akhlak Mulia Dan Akhlak Tercela

Akhlak adalah kriteria-kriteria perbuatan manusia baik yang bersifat batin maupun yang bersifat lahir. Dalam perwujudannya baik yang lahir maupun yang batin ada yang mulia ada yang tercela. Jika ia sesuai dengan perintah Allah dan Rosul-Nya yang kemudian melahirkan perbuatan yang baik, maka itulah yang dinamakan akhlak mulia. Jika tidak sesuai dengan ketentuan Allah dan rosul-Nya, maka dinamakan akhlak tercela.

Akhlak batin merupakan dasar atau sendi bagi akhlak lahir. Akhlak batin yang mulia akan melahirkan akhlak lahir yang mulia pula, sebaliknya akhlak batin yang tercela akan melahirkan akhlak lahir yang tercela pula.

Menurut Imam Al-Ghazali ada empat sendi atau akhlak batin yang baik yang menjadi dasar bagi perbuatan-perbuatan baik dan ada empat sendi akhlak yang tercela yang menjadi dasar bagi perbuatan-perbuatan tercela. Keempat sendi akhlak batin yang baik itu adalah :

  1. Kekuatan ilmu yang berwujud hikmah, yaitu kebijaksanaan yang artinya adalah keadaan jiwa yang bisa menentukan antara hal-hal yang benar dan hal-hal yang salah.
  2. Kekuatan amarah yang wujudnya adalah berani, keadaan kekuatan amarah yang tunduk kepada akal pada waktu dinyatakan atau dikekang.
  3. kekuatan nafsu syahwat (keinginan) yang wujudnya adalah iffah, yaitu keadaan syahwat yang terdidik oleh akal.
  4. Kekuatan keseimbangan di antara yang tiga di atas. Wujudnya adalah adil, yakni kekuatan jiwa yang menuntun amarah dan keinginan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh hikmah (kebaikan dan kebijaksanaan).

Dari empat sendi akhlak tersebut di atas akan melahirkan perbuatan-perbuatan yang baik, yaitu jujur, suka memberi kepada sesama, tawadu, tabah, tinggi cita-cita, pemaaf, kasih sayang terhadap sesama, menghormati orang lain, qona’ah, sabar, malu, pemurah, berani membela kebenaran, menjaga diri dari hal-hal yang haram.

Sementara empat sendi-sendi atau dasar-dasar akhlak batin yang tercela adalah :

  1. Keji, pintar busuk, bodoh, yaitu keadaan jiwa yang terlalu pintar atau tidak menentukan yang benar diantara yang salah karena bodohnya.
  2. Berani tapi sembrono, penakut, dan lemah, yaitu kekuatan amarah yang tidak bisa di kekang atau tidak pernah dilakukan, sekalipun sesuai dengan kehendak akal.
  3. Rakus dan statis, yaitu keadaan syahwat5 yang tidak terdidik oleh akal dan syariat agama, berarti ia bisa berlebihan atau sama sekali tidak berfungsi.
  4. Aniaya, yaitu kekuatan syahwat dan amarah yang tidak terbimbing oleh hikmah.

Keempat sendi akhlak tercela itu akan melahirkan berbagai perbuatan tercela yang dikendalikan oleh hawa nafsu seperti sombong, riya, mencaci maki, khianat, dusta, dengki, keji, serakah, ujub, pemarah, malas, mmembukakan aib, kikir, dll. yang kesemuanya akan mendatangkan malapetaka baik bagi pribadi maupun bagi masyarakat.