PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Renungan » Dampak Negatif HTW terhadap kerukunan keluarga dan runtuhnya nama suatu Negara

Dampak Negatif HTW terhadap kerukunan keluarga dan runtuhnya nama suatu Negara

Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dengan memiliki hawa nafsu, hawa nafsu tersebut yang sangat dominan serta terselip pada manusia adalah nafsu terhadap Harta, Tahta, dan wanita ( HTW ) sehingga bila kita sebagai manusia tidak dapat mengendalikan hawa nafsu tersebut sangat merugikan baik bagi dirinya sendiri atau bahkan bila di lakukan oleh para pemangku jabatan di Negara akan merusak serta dapat meruntuhkannya suatu Negara.

Melalui tulisan ini saya akan mengulas sedikit dampak negatif dari hawa nafsu yang dilakukan oleh manusia pada harta (H). Semua manusia dipastikan membutuhkan harta karena harta merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Kebutuhan akan memiliki harta tidak dapat di pisahkan dari dalam diri manusia baik itu manusia di kampung, di kota atau manusia yang memiliki ilmu yang rendah atau yang tinggi. sebab harta dapat menunjang segala hal untuk kebutuhan kita di dunia.

Banyak manusia memiliki prinsip karena harta itu penting, akhirnya segala cara dan upaya terus dilakukan tidak memikirkan sesuai atauran hukum atau tidak, merugikan orang lain atau tidak yang terpenting dapat meraih harta sebanyak-banyaknya.

Banyak contoh yang kita lihat atau dengar karena harta tidak dimilikinya,  banyak orang lari kegunung, ke tempat keramat agar hidupnya memiliki harta, padahal mereka itu telah melakukan suatu kesalahan yang sangat besar yaitu telah melakukan kemusyrikan. Selain itu bagi orang yang memiliki ilmu dan jabatan, ilmu dan jabatannya digunakan untuk mengelabui orang lain atau menguras kekayaan Negara. Itu semua terdorong oleh hawa nafsu karena terlalu cintanya sama harta. Dan pada umumnya seseorang melakukan hal tersebut karena terdorong oleh keluarga baik dorongan dari istri atau dorongan dari suami. Dari kecintaan dan hawa nafsu tersebut akhirnya orang lain merana dan terkurasnya harta Negara. Setiap yang bersalah pasti ada imbalannya, bagi orang yang tersesat ke gunung dan ke kramat hidup terlaknat, dan bagi orang yang menggunakan ilmu serta jabatannya harga diri dan jeruji besi menguncinya. semua kejadian tersebut keluarga hancur dan nama baik negarapun terkubur.

Tahta atau kedudukan dapat membawa manusia kejurang kesengsaraan dan kehancuran keluarga serta nama suatu bangsa. apabila jabatan yang dimiliki ingin dipandang orang lain sehingga akan terjadi melupakan hal-hal yang bertentangan dengan hukum, baik hukum agama atau hukum pemerintahan. banyak yang ingin suatu jabatan dengan cara sogok menyogok sehingga banyak yang seharusnya layak untuk duduk di suatu jabatan akhirnya tertinggal oleh orang-orang yang melupakan hukum. Dengan memiliki hawa nafsu jabatan, yang baik dibuat buruk yang buruk dibuat baik, sikut kanan sikut kiri demi suatu jabatan. akhirnya jabatan bukan menjadi amanat melainkan jabatan menjadi alat untuk berkhianat. Apabila hal itu terjadi Negara tak terurus rakyat menderita.

Wanita adalah seorang ibu yang perlu kita junjung tinggi dan di hormati namun tidak sedikit wanita yang dapat membawa malapetaka, banyak suami berkorupsi dengan jabatannya karena adanya dorongan dari seorang wanita, ada suami yang datang ke gunung dan keramat meminta harta karena dorongan dari wanita, kedudukan , jabatan hancur karena terpengaruh oleh wanita.

Dari uraian di atas, bahwa Harta, Tahta, Wanita ( HTW ) bila kita terlalu mencintai dan tidak dapat mengendalikannya hawa nafsu yang kita miliki dapat merusak kerukunan rumah tangga dan dapat menimbulkan hancurnya suatu Negara.

Tulisan ini hanyalah sebuah renungan dan masih banyak sekali kekurangan yang perlu diperbaiki, dan tujuan kami bukan menyudutkan pihak manapun, tetapi harapan kami adalah mari belajar bersama-sama untuk tidak terlalu terbawa hawa nafsu terhadap kecintaan terhadap Harta, Tahta, dan Wanita apabila ketiga hal tersebut nantinya membawa kehancuran.

Harta, Tahta, Wanita bagi manusia sungguh sangat dibutuhkan namun semua itu perlu dilalui dengan mengikuti aturan yang baik secara hukum agama dan hukum pemerintah.

Semoga kita semua selalu diberi petunjuk dan selalu diarahkan kepada jalan yang benar dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, serta kita semua selalu mendapatkan ridho dari Allah SWT. Amiin Ya Robbal’alamiin.