PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Renungan » Mengurangi Jumlah Jam Tayang Rizki Jadi Berkurang Hatipun Jadi Tak Senang

Mengurangi Jumlah Jam Tayang Rizki Jadi Berkurang Hatipun Jadi Tak Senang

Bila kita menjadi seorang pegawai baik di instansi swasta ataupun pemerintah tentunya pendapatan kita telah di atur agar kebutuhan hidup karyawannya terpenuhi. Tetapi kadang kita yang telah menjadi seorang pegawai  tidak menyadari banyak waktu yang kita buang begitu saja tanpa memperhatikan waktu kerja kita.

Pada tulisan ini dengan kaitannya judul di atas saya akan mencoba menulis dengan perumpamaan atau contoh sebagai berikut. Bila kita menjadi seorang pegawai di perusahan swasta ataupun di instansi pemerintah. di umpamakan masuk kerja pukul 7.00 dan waktu pulang di tentukan oleh perusahaan atau pemerintah pukul 14.00. Gaji kita dihitung perjamnya Rp. 10.000 berarti penghasilan sehari Rp. 70.000.

Seandainya anggapan kita pekerjaan sudah selesai, waktu pulang akhirnya lebih cepat diumpamakan pukul 12.00 sudah pulang padahal waktu yang di tentukan sampai pukul 14.00 berarti kita sudah mengurangi 2 jam waktu kerja kita bila kita uangkan sudah hilang 20 ribu rupiah . Apabila kita lakukan setiap hari dikalikan 24 hari, artinya kita sudah kehilangan uang kita yang tak disadari 480 ribu rupiah perbulannya. Dengan berkurangnya 20 ribu perhari berarti penghasilan kita sebenarnya bukan 70 ribu perharinya tetapi hanya 50 ribu perhari sedangkan kita menghitung kebutuhan hidup 70 ribu rupiah perharinya. jika kita hitung 50 ribu rupiah dikurangi 70 ribu rupiah hasilnya minus 20 ribu rupiah jika dikalikan satu bulan ( 24 hari ) sama dengan 480 ribu rupiah minus kita setiap bulan.

Melalui perhitungan logika yang kita kaitkan dengan keimanan, dapat kita renungkan bahwa bila kita melakukan pengurangan waktu kerja kita dapat mengurangi rizki kita dan hati jadi tak senang karena hidup kurang kecukupan.