PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Renungan » Belajar Ikhlas dan Bertanggung Jawab saat Menjadi Seorang Pendidik (Guru)

Belajar Ikhlas dan Bertanggung Jawab saat Menjadi Seorang Pendidik (Guru)

Bila kita diberikan kesempatan menjadi seorang pendidik (Guru) seharusnya kita menjadi insan yang dapat ditiru oleh orang lain. Tentunya hal-hal yang baik bukan hal yang buruk. Manusia pasti memiliki kekurangan tetapi kita wajib berusaha kekurangan yang kita miliki belajar untuk diperbaiki. Kita terkadang mendengar berita dimedia elektronik seorang guru menganiaya siswanya, ini jelas sangat tidak sesuai dengan kepribadian seorang guru.

Kata ikhlas mudah diucapkan tetapi sangat berat untuk dilakukan ini hampir terdapat pada manusia terkecuali manusia yang paling mulia yaitu Nabi Muhammad SAW. Tidak salah bila kitapun belajar ikhlas. Seorang pendidik haruslah banyak ikhlas, bila yang baca tulisan ini pasti akan merasakan contoh yang dituliskan di bawah ini

  1. Di rumah ada masalah keluarga, kadang kita bawa kesekolah dan siswa menjadi sasarannya.
  2. Siswa  ramai saat belajar marah sampai-sampai memukul siswa.
  3. Kadang kita mengatakan “saya sih mengajar tidak pusing, karena yang di ajar anak orang lain, mau pintar, bodoh terserah aja”
  4. Kadang kita malas untuk menjelaskan materi pembelajaran kepada siswa. Bila kita perhatikan dijelaskan saja siswa masih banyak yang kebingungan apalagi bila kita tidak mau menjelaskannya, dapat kita bayangkan.
  5. Kadang kita tidak menghargai kepada siswa yang dianggap memiliki kekurangan lambat dalam belajar. Padahal setiap siswa disisi lain ada kurang pasti dilain sisi memiliki kelebihan, dapat dikatakan siswa tidak ada yang bodoh.
  6. Pulang lebih awal dari yang ditentukan

Uraian contoh yang dituliskan hanya 5 sebenarnya masih banyak, yang kadang kita menjadi seorang pendidik tidak menyadarinya. Belajar tidak ada kata terlambat karena kita wajib belajar dari sejak lahir hingga  akhir hayat, dan kita juga bila menjadi pendidik selayaknya belajar ikhlas dan bertanggung jawab agar menikmati kenyamanan jiwa sebagai seorang pendidik (Guru).

Sebagai renungan untuk kita sebagai pendidik, apakah kita termasuk pada contoh-contoh diatas atau tidak. Bila kita sebagai pendidik yang termasuk salah satunya contoh di atas mari kita rubah serta perbaiki. Pada dasarnya hal-hal yang tidak sebaiknya kita lakukan tetapi kita terus berbuatnya itu merupakan kurang ikhlas dan kurang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, Negara, Masyarakat serta Agama.