PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Renungan » CARI TAHU KEMAMPUAN YANG KITA MILIKI

CARI TAHU KEMAMPUAN YANG KITA MILIKI

Kadang kita kurang menyadari atau tidak mengatahui sebenarnya kemampuan yang dimiliki sendiri. Sehingga apa yang kita lakukan tidak pernah berhasil dengan maksimal yang ada hanya kegagalan dan kegagalan. Bila kegagalan yang kita alami terus berkelanjutan dengan tidak kuatnya iman yang kita miliki akhirnya akan berbuat yang negative keluar dari ranah hukum. Maka mencari tahu kemampuan yang kita miliki sangat penting

Bila kita telah mengetahui kemampuan yang kita miliki akan menghasilkan arah yang tepat terhadap pekerjaan yang sebenarnya kita kuasai. Tidak sedikit rekan, teman, atau kita sendiri termasuk orang yang melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan kemampuan yang akhirnya walaupun dapat mengerjakannya tetapi hasilnya tidak maksimal dan hanya asal-asalan.

Selain itu, bila kemampuan yang kita miliki tidak tepat menempatkan pada pekerjaan yang kita lakukan akan berdampak pada ketidaknyamanan dalam melakukan pekerjaan karena hati nurani kita akan selalu berkata tidak tepat, sehingga tidak memiliki ketenangan jiwa yang ada hanya keterpaksaan dengan alasan kebutuhan hidup.

Dalam tulisan ini merupakan cerita atau riwayat yang saya lakukan dan diharapkan pembaca akan menyadari pentingnya mengetahui kemampuan yang dimiliki sendiri.

“Saya diberikan kesempatan bersekolah dari Sekolah Pendidikan Guru, setelah lulus bukan mengabdikan menjadi sorang guru tetapi merantau ke luar kota dengan alasan guru honor tidak mencukupi kebutuhan hidup. Pekerjaan yang saya lakukan berpindah-pindah tampat (perusahaan), menjadi pramuniaga toko, karyawan pabrik, salesman, dagang, dll. Saya berbuat seperti itu selama 7 tahun dari tahun 1991 sampai dengan 1997.

Cerita di atas merupakan contoh yang tidak mengetahui kemampuan yang dimiliki diri sendiri karena sudah keluar dari rel (jalur) kemampuan sebenarnya.

Setelah saya menyadari, dengan mendapatkan hidayah dari Allah SWT, akhirnya saya kembali kepada jalur yang sebenarnya yaitu kembali kepada kemampuanku sebagai seorang guru SD. Walaupun penghasilan dari pekerjaan menjadi guru honor di Sekolah Dasar yang saya lakukan hanya Rp. 300 ribu rupiah perbulannya dan jika dihitung secara matematika dengan jumlah kebutuhan yang perlu dikeluarkan tiap bulannya jauh dari cukup, tetapi yang saya dapatkan ketentraman dan ketenangan jiwa Asalkan kita menerima dengan ikhlas serta tidak lupa untuk bersyukur. Karena Allah SWT kuasa segalanya.

Sementara saya juga menyesal kenapa mesti terjadi kepada saya, karena teman-temanku seangkatan sudah tidak lagi menjadi guru honor alias sudah PNS, tetapi akhirnya saya  sangat menyadari dan jangan berkata lagi menyesal dan kecewa,itu semua sudah kehendak Allah dan syariatnya saya yang salah tidak menyesuaikan kemampuanku.

Dengan tulisan ini saya berharap kepada pembaca yang memiliki pengalaman yang sama seperti saya, janganlah menyimpang dari ilmu yang kita miliki, harus focus, tekun,ikhlas, agar hasilnya maksimal dengan tidak lupa untuk bersyukur.