PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Renungan » Manfaatkanlah Kesempatan Untuk Beramal Taat

Manfaatkanlah Kesempatan Untuk Beramal Taat

Renungkanlah dengan sebenar-benarnya merenung, bahwa dirimu telah diberi rahmat berupa kesehatan dan kesempatan. Hendaknya engkau jangan menyia-nyiakan dua kenikmatan itu. Gunakanlah sebaik mungkin agar bermanfaat bagi kehidupanmu, baik di dunia maupun di akhirat.

Kesehatan dan kesempatan yang bermanfaat di dunia ialah dengan mempergunakannya untuk bekerja. Janganlah bermalas-malasan untuk bekerja mencari nafkah agar hidupmu mencapai puncak keberhasilan. Ingat, waktu yang terlewati tak akan terulang kembali. Kesempatan hanya datang satu kali. Jika engkau menyia-nyiakan, maka dirimu akan menyesal.

Adapun bermanfaat bagi kehidupan akhirat ialah engkau harus menggunakan kesehatan dan kesempatanmu untuk beramal taat. Jangan sampai kesehatan dan kesempatan itu kau gunakan demi mencari9 kesenangan dan hawa nafsu belaka. Ingatlah, setelah kehidupan ini masih ada kehidupan lagi yang lebih panjang dan lebih berat cobaannya. Nasibmu di akhirat sangat ditentukan bagaimana perilakumu di dunia ini.

Selagi engkau sehat dan memiliki waktu luang, manfaatkanlah untuk bekerja dan beribdah. Jangan ada sedikit saja waktu yang terbuang sia-sia. Jangan menjadi orang pemalas, karena islam tidak menyukai sifat itu. Berusahalah agar waktu yang kaumiliki mampu mendatangkan kebahagiaan bagimu.

Umar bin Khatab ra. berkata,”Berlas-malasan membuat lelaki menjadi pelupa, dan membuat perempuan jadi meningkat syahwatnya terhadap lelaki.”

Bazar Gambir berkata,”Jika kesibukan itu menimbulkan kelelahan, maka waktu luang menimbulkan kerusakan.”

Sebagian ulama ma’rifat berkata,”Berhati-hatilah dirimu malas dan menyendiri, karena ia dapat merusak akal dan mengekang kebebasan.”

Sebagian lainnya berpendapat,”Janganlah engkau melewati waktumu sehari saja tanpa memanfaatkannya. Janganlah menggunakan hartamu untuk sesuatu yang tidak menghasilkan. Sesungguhnya umur itu bisa menjadi lebih pendek jika hanya dihabiskan untuk sesuatu yang sia-sia. Harta semakin berkurang jika tidak dibelanjakan terhadap sesuatu yang menghasilkan. Dan orang berakal menjadi mulia jika memanfaatkan hari harinya dengan sesuatu yang dapat memberikan manfaat bagi dirinya dengan sesuatu yang dapat memberikan manfaat bagi dirinya dan akan menginvestasikan hartanya untuk sesuatu yang dapat memberikan keuntungan baginya.”

Lebih indah lagi ucapan Nabi Isa as.,”Sesungguhnya kebaikan itu ada tiga: Berbicara, melihat dan diam. Barang siapa yang ucapannya terlepas dari dzikir, dia telah melakukan sesuatu yang sia-sia. Barangsiapa yang pandangannya tidak digunakan untuk mempelajari ayat-ayat maka dia telah lalai. Barang siapa yang kebisuannya tidak digunakan untuk berpikir dan merenung, maka dia telah hancur.

Dikutif dari : Buku Menjadi Manusia Ma’rifat hal.230