PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Renungan » Hari Ini Adalah Milikmu

Hari Ini Adalah Milikmu

Ya, hari ini adalah milikmu. Jika tiba waktu pagi, janganlah engkau menunggu petang datang. Hari ini adalah yang sebenarnya engkau menghirup udara, membuka mata dan hidup. Hidupmu bukanlah hari kemarin, yang telah membawa kenangan baik atau kenangan buruk. Kahidupanmu juga bukan hari esok yang belum engkau menjumpainya. Hari ini adalah hari yang telah dinaungi oleh sinar matahari dan engkau mendapat waktu siangnya adalah harimau yang sebenarnya. Umurmu hanya satu hari. Maka tanamkanlah di dalam hatimu sebuah kehidupan yang nyata pada hari ini. Seakan-akan dirimu dilahirkan pada hari ini. Seakan-akan dirimu dilahirkan pada hari ini dan mati pada hari ini pula.

Jangan engkau tenggelam dalam mengingat masa lalu. Jangan merenungkan keindahan hidup yang pernah kau jalani. Atau, jangan engkau menyesali hidup yang pernah kau rasakan.

Jangan engkau terlena pada harapan-harapan dan praduka masa depan. Hentikan angan-anganmu. Jangan pula engkau merasakan cemas dan takut menghadapi hari esok. Pikirkan saja hari ini. Hari ini adalah hidupmu.

Seriuslah menjalani hidup di hari ini. Arahkan perhatiamu untuk kepentingan sekarang. Lakukanlah kretivitas dalam berkarya. Bekerjalah keras pada hari ini;bukan hari kemarin dan bukan hari esok.

Pada hari ini engkau mesti melakukan shalat secara khusyuk dan membaca ayat al-Quran. Jangan sekedar membaca! Tetapi pahamilah dan berpikirlah tentang maknanya. Bertafakurlah, renungkanlah, berdzikir dengan penuh kehadiran hati di hadapan Tuhan. Lakukanlah dengan penuh keseimbangan dalam segala permasalahan, baik dalam budi pekerti.

Hendaknya engkau senantiasa ikhlas terhadap takdir Allah. Terimalh apa yang telah diberikanNya. Jangan terlalu berharap banyak terhadap sesuatu yang belum terjadi. Engkau harus selalu peduli dan memperhatinkan dirimu sendiri maupun orang lain. Jadilah manusia yang bermanfaat kepada sesamamu.

Hari ini adalah saat kehidupanmu yang sebenarnya. Karenanya, berbahagialah. Jadikanlah dalam satu menitmu bagaikan dalam satu tahun. Jadikanlah setiap saatmu bagaikan satu bulan, sehingga engkau dapat menanamkan beragam kebaikan, memberikan berbagai keindahan dan meminta ampunan atau dosa yang kau lakukan.

Pada hari ini, engkau mesti selalu ingat kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk berangkat menuju akhirat. Engkau hidup pada hari ini dalam keadaan senang, aman dan penuh ketenangan. Hari ini engkau mesti ikhlas menerima rejeki, ikhlas terhadap istri dan anak-anakmu, ikhlas menjelankan tugas-tugasmu, ikhlas tehadap ilmumu dan ikhlas terhadap kedudukanmu.

Pada surat Q.S. al-A’raf 144 yang artinya: Sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.

Nikmatilah hidup pada hari ini tanpa duka cita, tanpa kejutan, tanpa ada kemarahan, tanpa ada sikap iri hati dan dengki.

Jangan menjejali pikiran dengan khayalan-khayalan. Jangan bermimpi pada masa depan. Kewajibanmu hari ini adalah menulis ungkapan dalam lubuk hatimu yang paling dalam. Kemudian letakkan di tempat yang mudah dan sering engkau lihat. Di atas meja belajarmu atau meja kerjamu. Hari ini adalah hari yang sebenarnya.

Jika engkau memakan roti yang lezat pada hari ini, apakah roti yang sudah kering sisa kemarin itu membahayakanmu?

Jika hari ini engkau meneguk air segar, mengapa engkau bersedih terhadap air kemarin yang asin dan pahit. Mengapa air minum esok hari yang asin dan panas engkau pikirkan?

Jika engkau mau jujur pada diri sendiri dengan sebuah tekad membaja yang tak tergoyahkan, maka niscaya engkau akan patuh terhadap teori yang menyatakan. Aku tidak akan hidup,melainkan  pada hari ini saja. Ketika itu, engkau akan dapat menguasai keberadaanmu dan wujudmu. Engkau dapat mengembangkan minat dan bakatmu. Engkau dapat melakukan aktivitas dengan baik.

Kemudian katakanlah pada dirimu sendiri kalimat-kalimat positif di bawah ini!

  • Hari ini aku memperbaiki kata-kataku.
  • Hari ini aku tidak boleh berkata kotor, buruk, keji, mencaci dan mengumpat orang lain.
  • Hari ini aku harus merapikan rumahku dan kantorku.
  • Hari ini tidak boleh ada kesalahan yang kulakukan.
  • Hari ini aku harus berbuat sesuai dengan aturan yang berlaku.
  • Hari ini aku hidup.
  • Hari ini aku harus membersihkan jiwa dan ragaku, dan memperindah penampilanku.
  • Hari ini aku harus sederhana dalam bertingkah laku.
  • Hari ini aku hidup, aku harus bersungguh-sungguh menjalankan amal taat.
  • Hanya hari ini aku berkesempatan untuk melaksanakan shalat sebaik mungkin, membaca al-Quran, membaca buku, dan mempelajari sesuatu yang bermanfaat.
  • Hari ini aku hidup, Aku harus menanamkan nilai-nilai yang baik di dalam hatiku. Aku harus membuang benih-benih kejahatan yang akan menyebabkan kebinasaanku. Aku berhenti dari kesombongan, congkak, riya, hasud, dengki dan berprasangka buruk kepada orang lain.
  • Hari ini aku hidup. Aku harus menjadi orang yang bermanfaat kepada orang lain. Aku harus berbuat baik kepada sesama manusia. Aku harus menengok mereka jika sakit, mengantar jenazah, memberikan petunjuk kepada orang lain yang membutuhkan nasihat, memberikan makan kepada orang yang sedang lapar.
  • Hari ini adalah hari yang sebenarnya. Aku harus melindungi orang yang teraniaya. Aku harus membantu orang lemah. Aku harus bertakziah kepada orang yang terkena musibah. Aku harus menghormati ulama, menyayangi mereka yang lebih muda dan memuliakan yang lebih tua usianya dariku.
  • Hari ini adalah hari yang sebenarnya aku hidup. Wahai masa lalu yang telah pergi dan berakhir, yang sudah tenggelam bersama matahari petang, Aku tidak akan peduli dan tidak akan mengingatmu meskipun sekejap. Sebab engkau telah meninggalkanku. Sedangkan aku sendiri tidak akan pernah bisa kembali ke masa lalu.
  • Wahai hari esok, engkau masih berada di alam ghaib. Aku tidak akan bermimpi dan menjual diri dengan berbagai angan-angan yang belum nyata. Aku tidak akan menyegerahkan kedatanganmu. Hari esok bukanlah alam nyata, sebab ia belum diciptakan dan belum bisa disebutkan.
  • Hari ini adalah hari yang sebenarnya, wahai umat manusia. Ini merupakan ungkapan yang sangat indah dalam rahasia kebahagiaan. Berlatihlah untuk bisa menikmati hidup di hari ini. niscaya jiwa dan ragamu menjadi sempurna. Engkau menjadi orang yang araif dan bijaksana. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan dengan cara mudah.

Sumber: Menjadi Manusia Ma’rifat