PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Artikel » Rumpun bahasa di Dunia

Rumpun bahasa di Dunia

Bahasa-bahasa di dunia dapat dikelompokan menjadi rumpun bahasa mencakup bahasa-bahasa yang dapat diperlihat memiliki leluhur yang sama. Linguis saat ini mengenali ratusan rumpun bahasa, walau beberapa dari mereka dapat dikelompokan menjadi unit lebih besar bila lebih banyak bukti di dapat dan dipelajari lebih dalam. Saat sekarang ada lusinan bahasa terisolasi — bahasa yang tidak dapat diperlihatkan berelasi dengan bahasa lain di dunia. Di antaranya adlah Basque, dituturkan di Eropa, Zuni di New Mexico, P’urhépecha di Mexico, Ainu di Jepang, Burushaski di Pakistan dan banyak lainnya.

Rumpun bahasa di dunia yang memiliki jumlah penutur paling banyak adalah Bahasa Indo-Eropa, dituturkan oleh 46% dari populasi dunia. Rumpun ini mengikutkan bahasa utama dunia seperti Inggris, Bahasa Spanyol, Bahasa Rusia dan Bahasa Hindi/Bahasa Urdu. Rumpun bahasa Indo-Eropa mencapai pemerataan pertama selama Periode Migrasi Eurasia (400-800 AD), dan diteruskan lewat ekspansi kolonial Eropa yang membawa bahasa Indo-Eropa ke posisi dominan secara politik dan terkadang jumlah di Amerika dan sebagian Afrika. Bahasa Sino-Tibetan dituturkan oleh 21% populasi dunia dan mengikutkan banyak bahasa dari Asia Timur termasuk Cina Mandarin, Bahasa Kanton, dan ratusan bahasa-bahasa kecil.

Afrika adalah rumah bagi sejumlah besar rumpun bahasa, yang terbesar yaitu Bahasa Niger-Kongo yang mengikutkan bahasa seperti Bahasa Swahili, Bahasa Shona dan Bahasa Yoruba. Penutur dari bahasa Niger-Kongo terhitung 6,4% dari populasi dunia. Jumlah orang yang sama juga menuturkan Bahasa Afroasiatik, yang mengikutkan Bahasa Semitik seperti Bahasa Arab, Bahasa Hebrew dan bahasa-bahasa di wilayah Sahara seperti Bahasa Berber dan Bahasa Hausa.

Bahasa Austronesian dituturkan oleh 5,9% populasi dunia dan membentang dari Madagaskar sampai Asia Tenggara Laut mencapai Oseania. Ia mengikutkan beberapa bahasa seperti Bahasa Malagsy, Bahasa Maori, Bahasa Samoan, dan banyak bahasa pribumi di Indonesia dan Taiwan. Bahasa Austronesian dianggap berasal dari Taiwan sekitar 3000 SM, dan tersebar lewat wilayah Oseanik lewat perpindahan-pulau, berdasarkan pada tingkat kemajuan teknologi kelautan. Rumpun bahasa padat lainnya adalah Bahasa Dravidian dari Asia Selatan (di antaranya Bahasa Tamil dan Bahasa Telugu), Bahasa Turkic dari Asia Tengah (seperti Bahasa Turki), dan Bahasa Austro-Asiatic (di antaranya Bahasa Khmer) dan Bahasa Tai-Kadai dari Asia Tenggara (termasuk Bahasa Thai). [107]

Area di dunia yang memiliki keberagaman linguistik tertinggi seperti Amerika, Papua-New Guinea, Afrika Barat dan Asia-Selatan memiliki raturan rumpun bahasa kecil. Di Amerika beberapa rumpun bahasa besar termasuk Bahasa Quechumaran, Bahasa Arawak, dan rumpun Bahasa Tupi-Guarani dari Amerika Selatan, Bahasa Uto-Aztecan, Bahasa Oto-Manguean, Bahasa Mayan dari Mesoamerica, dan Bahasa Na-Dene dan Bahasa Algonquian rumpun bahasa dari Amerika Utara. Di Australia, kebanyakan bahasa pribumi termasuk pada rumpun Bahasa Pama-Nyungan, walaupun Papua-New Guinea adalah rumah bagi sejumlah besar rumpun bahasa kecil dan terisolasi, sebagaimana juga sejumlah bahasa Austronesian.

Sumber:Wikipedia Indonesia