PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Renungan » Kadar Etika Siswa SD Turun,Siapa Yang Salah

Kadar Etika Siswa SD Turun,Siapa Yang Salah

Sangat jelas perbedaan siswa SD di era 80 an dengan saat ini khusunya dalam beretika. Perbedaan yang sangat mencolok adalah siswa SD saat ini sudah kurang hormat terhadap guru-gurunya. Siswa sudah kurang mengindahkan lagi terhadapat perintah guru, siswa saat ini sudah dapat beralasan seperti mengerjakan tugas rumah, banyak siswa tidak mengerjakan dengan alasan sakit, dan lain-lain.

Siswa Sekolah Dasar saat ini, sudah berkurang bila ketemu guru mengucap salam dengan hormat, yang terlontar hanya kata-kata “hai” atau terdiam. Ini suatu permasalahan yang perlu dicarikan solusi agar akhlak  penerus bangsa kita tidak terpuruk atau sampai tidak berakhlak.

Bagi seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran sudah melakukan beberapa pendekatan salah satunya adalah dengan cara memanusiakan manusia. bahwa siswa di ajak menjadi  dirinya yang sedang melakukan suatu perubahan. Namun apa yang terjadi serta dirasakan oleh seorang guru dengan diberikannya kebebasan siswa menjadi anak yang berpura-pura, bila melakukan suatu perbuatan yang tidak benar, tidak mengikuti tata tertib, diberikannya arahan didepan ya tetapi dibelakang meledek (mencela) bila siswa  sedikit saja  di berikan suatu pembelajaran dengan disiplin atau istilah dulu hukuman guru merasa khawatir dapat sanksi HAM, yang akhirnya guru akan membiarkannya kebebasan terhadap siswanya.

Bila ini terus dibiarkan siswa Sekolah Dasar dengan diberikan kebebasan, 10-20 tahun yang akan datang apa yang akan terjadi, mungkin dapat terjadi siswa sekolah dasar tidak berakhlak dan bermoral.

Terus siapa yang disalahkan, tidak perlu saling menyalahkan. tetapi apakah ini ada yang perlu kita evaluasi, apakah dari orang tua, guru, lembaga, atau undang-undang, agar kedepan usia SD tidak menjadi generasi pemberani melawan guru, tidak lagi memiliki sopan santun atau menjadi siswa yang bebas berbuat karena guru takut dengan undang-undang.