PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Renungan » Ibadah Haji Ke Tanah Suci Makkah,Haruskah lebih Dari Satu Kali ?

Ibadah Haji Ke Tanah Suci Makkah,Haruskah lebih Dari Satu Kali ?

Ibadah Haji bagi umat islam merupakan rukun Islam yag ke 5. Kewajiban itu bagi yang mampu baik jasmani maupu rohani. Bagaimana dengan yang memaksakan dengan cara meminjam, menghutang,atau yang hagat dibicarakan saat ini adalah dengan cara ditanggulangi perbankkan ? yang mampu menjawab ini tentu adalah yang memiliki keahlian dibidang ilmunya.
Menurut masyarakat yang pernah melaksanakan ibadah haji, bila berkesempatan katanya ingin berangkat kembali. Walaupun 5 kali ke tanah suci tidak akan bosan, ungkapnya seperti itu. Keinginan seperti itu tidak ada salahnya dan tidak ada yang melarang atau membatasinya asalkan mampu, tetapi harusnya berpikir sebaliknya dan mengingat kepada orang lain yang belum berangkat sehingga akhirnya bertumpuk.
Di bawah ini saya akan menulis kemungkinan yang dapat menyebabkan beberapa permasalahan menumpuknya jemaah haji yang daftar sehingga tidak segera berangkat ibadah haji :
1. Jumlah peminat/pendaftar tidak seimbang dengan kuaota yang ada
2. Banyaknya jamaah haji yang mengulang lebih dari satu kali
3. Pemerintah tidak membatasi bagi masyarakat yang pernah berangkat ibadah haji lebih dari satu kali.
Menurut salah satu penceramah bahwa ibadah haji itu diibaratkan kita mengisi batre HP, sepulangnya dari tanah suci isi batre itu akan berkurang, nah untuk mengisinya kembali iman kita (isi batre) yaitu dengan cara umroh, mungkin ini akan lebih baik. Sebab kewajiban beribadah haji hanya satu kali, dan penumpukan akan sedikit berkurang.
Upaya yang di lakukan agar sedikit berkurang penumpukan jamaah haji menurut pendapat saya adalah membatasi bagi masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji lebih dari satu kali. Karena sepengetahuan saya pada saat pemerangkatan ibadah haji banyaknya yang mengulang bukan pemula. Alangkah bijaksananya bagi masyarakat yang mampu berangkat berkali-kali lakukanlah dengan umroh, sehingga jumlah jemaah yang berangkat di musim haji hanya bagi pemula saja, ini jelas akan berkurang jumlahnya dan prilaku bijaksana.
Tulisan ini hanya sekedar rasa prihatin karena peminat jamaah haji yang begitu banyak tapi kuota dan waktu pemberangkatan tidak seimbang. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat khusunya pribadi saya dan kepada yang mampu berangkat ibadah haji lebih dari satu kali berilah kesempatan yang lain, serta diharapkan pemerintah membuat peraturan pembatasannya.