PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Renungan » Guru Honorer Dengan Kenaikan BBM

Guru Honorer Dengan Kenaikan BBM

Upaya yang dilakukan pemerintah dengan menaikan harga BBM tidak ada salahnya  asalkan tidak salah sasaran, untuk menilai salah sasaran atau tidak sangat mudah tinggal mengecek ke masyarakat karena kadang terjadi pengajuan bagi masyarakat yang menerima bantuan dilihat dari keluarga bukan dari layak atau tidak.

Bila kita bicara Guru Honorer, apakah guru honorer mendapat dampak positif atau negatif dengan adanya kenaikan BBM. Dampak  kenaikan BBM bagi guru honorer menurut saya jelas akan terasa karena rata-rata guru honorer yang belum mendapatkan sertifikasi mendapat honor sekolah rata-rata kurang lebih tiga ratus ribuan. Dipastikan bagi honorer guru adanya kenaikan BBM berharap para kepala sekolah memberikan kebijakan kenaikan jumlah honornya.

Harapan dari para pengabdi negeri bidang pendidikan ini layak bila mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, karena adanya guru honorer sangat membantu lancarnya kegiatan pembelajaran di sekolah. Bila kita bandingkan jumlah rombongan belajar dengan guru PNS tidak seimbang, mungkinkah hasil dari pendidikan optimal sesuai harapan undang-undang, saya kira berat bila tidak dibantu oleh para tenaga honorer. Oleh karena itu menurut saya layak bila  kenaikan BBM ini berbagi untuk tenaga guru honorer yang belum mendapatkan sertifikasi. Bukan membedakan antara honorer tetapi guru yang telah mendapatkan sertifikasi hasilnya sudah sampai pada tingkat UMR.

Ini merupakan tulisan yang keluar dari nurani rasa kemanusian yang memang perlu saya tulis sebagai rasa kepedulian dan kebanggaan terhadap para pengabdi pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa.