PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Uncategorized » BROWNEIS DARI BAHAN BAKU GANYONG PADA KEGIATAN PKM DI PKBM BERLIAN

BROWNEIS DARI BAHAN BAKU GANYONG PADA KEGIATAN PKM DI PKBM BERLIAN

GANYONG adalah salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh dimana saja. Ganyong mengandung karbohidrat jenisnya sama seperti pohon sagu. Dulu ganyong merupakan makanan yang sangat digemari oleh masyarakat di pedesaan, karena sebagai makanan tambahan disaat memperkejakan orang atau saat para pekerja sedang istirahat, istilah di kampong  yaitu jaburan(Bhs.sunda) yaitu tambahan  makanan di saat istirahat.

Saat ini mencari pohon ganyong sudah sulit karena masyarakat sudah tidak menghiraukannya menyebabkan tanah kosong tidak ada tanaman apapun alias tidak bermanfaat , disetiap kebun sudah tidak ada dan sekarang menjadi barang langka. Kelangkaan tersebut karena harga jual tidak seimbang dengan produksi dan masyarakat belum mampu untuk mengembangkan produksi-produksi utuk dibuat makanan yang lainnya, masyarakat hanya mampu untuk merebus lalu dihidangkan.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berpengaruh pula pada pengembangan produksi makanan, selain itu banyak kebutuhan makanan disebabkan banyaknya penduduk serta mencari berbagai peluang usaha. Dari berbagai pemikiran maka ditemukannya upaya untuk memproduksi dan mengembangkan penghasilan masyarakat dengan memproduksi makanan olahan melalui suatu kegiatan pendidikan dan pelatihan.

Kegiatan dan Pelatihan ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh kementerian pendidikan Dirjen Kursus melalui PKBM dengan nama kegiatannya Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM). Kegiatan ini focus pada Tata Boga dengan tujuan agar masyarakat memiliki kemampuan bidang tata boga sehingga akan menghasilkan suatu kegiatan usaha untuk menambah penghasilannya. Tata Boga yang dilaksanakan di PKBM BERLIAN yaitu dengan mengadakan keterampilan berbagai jenis makanan olahan dengan berbasis pada umbi-umbian diantaranya Ganyong, Ubi Ungu, Singkong, Kentang, dan sebagainya.

Dengan mengambil bahan umbi-umbian diharapkan masyarakat yang memiliki lahan kosong dapat dimanfaatkan untuk menanam jenis umbi-umbian tersebut disisi lain tanah kosong ada isinya kembali dan juga mengembalikan pemikiran masyarakat bahwa tanaman tersebut bermanfaat, selain itu juga hasil tanaman dari umbi-umbian harga akan meningkat dengan sendirinya.

Sebagai akhir dari tulisan ini, penulis berharap kepada para peserta khususnya dan umumnya kepada pembaca mari kita ubah pemikiran kita bahwa yang tak mungkin menjadi mungkin tergantung kepada diri kita sendiri.

Semoga bermanfaat!