PKBM "BERLIAN" CIREBON

Galeri

SIAPA YANG BERHAK MENANDATANGANI IJAZAH PENDIDIKAN KESETARAAN ?

Pendidikan Nonformal sedang melakukan perubahan-perubahan yang akan menuju lebih baik di era mendatang. Tetapi tentu tidak akan lepas dari gejolak yang dirasakan pada kalangan pendidikan nonformal terutama pihak PKBM. Sampai saat ini masih banyak yangbertanya-tanya siapa yang berhak menandatangani Ijazah Pendidikan Kesetaraan?

Banyak diskusi-diskusi yang saling memperkuat argumentasi masing-masing pendapatnya. Diantaranya yang berhak menandatangani Ijazah Pendidikan Kesetaraan yaitu PKBM yang terkreditasi. Piahak lain berpendapat Satuan Pendidikan penyelenggara walaupun belum terakreditasi. Perdebatan-perdebatan tersebut membuat ketar ketir bagi pihak PKBM yang seharusnya siapa, dan sebaiknya segera terbit peraturan yang berkaitan dengan penandatanganan Ijazah tersebut.

Dibawah ini merupakan hasil diskusi di berbagai group yang berdiskusi tentang siapa yang berhak untuk menandatangani Ijazah, mari kita lihat contoh diskusi di bawah ini pernyataannya bahwa” Ijazah ditanda tangani oleh satuan pendidikan” walaupun belum terakreditasi, hal ini banyak tanggapan diantaranya:

  1. Bagaimana PKBM yang belum terakreditasi menandatangani apabila belum memiliknya 8 standar pendidikan. Karena 8 standar pendidikan tersebut menjadi tolak ukur kemampuan dan legalitas dari satuan pendidikan teresebut.
  2. Bagaimana jika kepala satuan pendidikan tersebut tidak berijazah atau hanya berpendidikan SMA dan harus menandatangani Ijazah setara SMA. Kalau ini terjadi layakkah dan bagaimana pendidikan yang ada di negeri ini.

Dari 2 tanggapan tentang Ijazah pendidikan kesetaraan apabila ditanda tangani oleh satuan pendidian asal, maka menurut penulis sepertinya akan membuat bertambah rendahnya pendidikan di negeri yang tercinta ini. Bukannya tambah lebih baik dan kalau terjadi penandatangan Ijazah oleh satuan  pendidikan asal walaupun belum terakreditasi maka bukan maju pendidikan tapi tambah mundur kebelakang ini artinya pendidikan seperti dalam penghancuran.

PKBM TERAKREDITASI BELUM SEPENUHNYA MERASAKAN PERJUANGANNYA

Akreditasi adalah salah satu kegiatan evaluasi diri satuan pendidikan dengan berpedoman pada standarisasi pendidikan. Untuk menjadi standard an layak bagi satuan pendidikan maka perlu dilakukannya akreditasi. Karena dengan satuan pendidikan diakreditasi maka akan tampak terpenuhi tidaknya 8 standar pendidikan yang harus dimiliki oleh satuan pendidikan baik formal maupun nonformal. di berbagai grouf Whatsapp. Yang penulis perhatikan bahwa PKBM terakreditasi belum sepenuhnya merasakan perjuangannya.

Kalau kita lihat perjuangan PKBM yang melakukan kerja keras menuju akreditasi tentu ini sangat perlu mendapat apresiasi karena sudah menunjukkan begitu semangatnya dalam mengabdikan kepada bangsa dan Negara dalam bidang pendidikan nonformal khususnya, nama sampai saat ini masih banyak komentar-komentar yang miris dengan perlakuan terhadap pendidikan nonformal yaitu PKBM.

Oleh karena itu menurut penulis harus secepatnya pihak yang berwenang untuk segera memberi tindak lanjut dengan adanya lembaga PKBM yang terkareditasi tersebut. Sehingga bagi mereka (PKBM) yang belum terakreditasi berlomba-lomba segera engajukan akreditasi. Kalau ini tidak membedakan dengan perbedaan yang mencolok penulis khawatir semangat akreditasi bagi para PKBM akan turun kembali kemaunnya dalam melaksanakan akreditasi

HIRUK PIKUK UNBK

Pendidikan terus dibangun demi kwalitas sejajar dengan internasional. dalam suatu perubahan tidak akan lepas dari masa tidak nyaman terutama bagi yang terkait dengan pelaksana dan penyelenggaranya. Salah satu yang terjadi kekinian yaitu adanya ujian nasional berbasis computer (UNBK), hal tersebut berlaku di semua jalur pendidikan baik formal maupun nonformal. Dengan terbitnya aturan tentang UNBK terjadinya hiruk pikuk UNBK dan UNKP.

Setiap adanya perubahan tentu tidak akan lepas dari positif dan negtifnya. Dari sisi positif dengan bumingnya UNBK tentu sangat meminimalisir kecurangan dalan pelaksanaan Ujian. Karena dengan ujian berbasis computer terhindar dari upaya-upaya meningkatkan hasil ujian siswa. Uraian tersebut salah satu dampak positif dari UNBK dan masih banyak lagi dampak positif lainnya. Sebaliknya bagaimana dampak negatifnya dengan ujian berbasis computer, hal ini akan terjadi beban awal meningkat karena belum siapnya sarana komputerisasinya.

Bila kita lihat realita dilapangan masih banyak sekolah format yang belum mampu melaksanakan ujian nasional berbasis computer bagaimana dengan nonformal tentu sangat berat dirasakan oleh satuan pendidikan nonformal yang jelas-jelas sangat rendah kepemilikian IT nya. Upaya persiapan terus dilakukan oleh sastuan pendidikan nonformal yaitu para PKBM tetapi banyak kendala yang terjadi dilapangan salah satunya beban pinjam atau biaya yang harus dilakukan biaya perawatan untuk sekolah formal yang dijadikan tempat UNBK tersebut.

Dengan banyaknya permasalahan yang timbul setelah koordinasi antar instansi satuan pendidikan akhirnya di kabupaten Cirebon mengambil keputusan bersama untuk ujian nasional tahap satu khususnya pendidikan nonformal (PKBM) tidak siap untuk UNBK dengan tetap melaksanakan UNKP.

Menurut penulis sebaiknya setiap akan melakukan suatu perubahan besar tentu harus dikuatkan beberapa langkah diantaranya:

  1. Sosialisasi
  2. Koordinasi
  3. Perlengkapan sarana

Kalau persiapan ke tiga tersebut diatas dilakukan penulis meyakinkan tidak akan terjadi ramai hiruk pikuk yang terjadi seperti sekarang ini.

PENDIDIKAN KESETARAAN BERPERAN DI ERA GLOBALISASI

Pendidikan terus ditingkatkan kwalitasnya baik dari segi mutu lulusan, pembiayaan, pengelolaan dan mutu tenaga pendidikanya. Disisi lain peningkatan mutu yang terus dilakukan tersebut tetapi dropout (DO), tidak melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya tidak berkurang malah mungkin juga bisa lebih banyak yang tidak dapat diperkirakan. Hal tersebut merupakan buah hasil dari pemikiran globalisasi yang telah menguasai dalam diri remaja masa kini. Selanjutnya bagaimana apabila permasalahan generasi penerus bangsa yang terus digerus pola pikirnya oleh globalisasi terutama teknologi informatika yang kurang tepat guna. Hal tersebut pasti telah disadari oleh berbagai pihak dengan melihat dengan mata kepala sendiri anak-anak kita sudah sungkan untuk membuka buku terlebih dibacanya, yang ada hanyalah chat dan chat dengan barang yang dipegangnya terus sampai memejamkan matapun masih tetap dalam genggamnya, apa itu Handphone, Tablet dll.

Pembangunan yang terus dilakukan demi kemajuan suatu bangsa tentu tidak akan lepas dengan kebutuhan sumber daya manusia, namun kebutuhan akan SDM tentu akan disesuaikan dengan legalitas pendidikan yang diampunya oleh seseorang yang berkeinginan untuk berperan dalam bidang yang akan digelutinya. Hal tersebut tidak sedikit yang menyesal dan merasa kecewa akan nasib yang dialaminya karena dibenturkan dengan pendidikan yang harus dimiliki sebagai syarat untuk bisa masuk dalam dunia kerja yang diharapkannya. Dan itu terjadi di era sekarang yang terus dialami oleh banyak orang.

Dengan berbagai fenomena dan kejadian yang menimpa banyak orang sehingga membuat tersadar bahwa pendidikan itu sangat penting dan perlu dimiliki bagi yang berkeinginan memasuki dunia kerja. Sehingga banyak yang mencari solusi agar dapat sejajar dengan kebutuhan dari pihak dunia kerja yang membutuhkan akan jasa tenaganya. Solusi yang dilakukan dan nyata tentu hanya melalui PENDIDIKAN KESETARAAN, baik PROGRAM STUDI PAKET A, PAKET B, DAN PAKET C. dengan hal tersebut dilakukan selesailah permasalahan yang menghantui hidupnya.

Bila kita tengok permasalahan yang terjadi pada anak remaja saat ini, yang sudah tidak sedikit berpikir irasional dalam menempuh pendidikan, yang sudah hilang dalam pikirannya akan kerja keras orang tua yang terus berusaha demi anak-anaknya dapat menyelesaikan pendidikan dengan berharap tidak terulang dimasa orang tuanya. Harapan demi harapan banyak orang tua yang kecewa dibuat oleh anak-anaknya, pengorbanan yang dikeluarkan sampai sia-sia. Tetapi saat ini kekecewaan orang tua tidak harus ditumpahkan kepada anak-anak kita yang sekaligus membiarkan untuk menjadi anak yang tidak memiliki status berijazah. Karena solusi masih banyak di kanan kiri kita yaitu dengan diarahkan pada PENDIDIKAN KESETARAAN.

Dari uraian di atas membuktikan bahwa tidak sedikit remaja dan orang tua yang bisa terhindar dari tidak berijazah, asalkan ada kemauan untuk belajar karena di PKBM dalam mengelola pendidikan kesetaraan tidak mengenal ruang dan waktu, sehingga dapat kami katakana bahwa PENDIDIKAN KESETARAAN BERPERAN DI ERA GLOBALISASI.

Akhir dari tulisan hanya kami sarankan apabila terjadi pada anak-anak kita atau kita sebagai orang tua membutuhkan setara dalam pendidikan pilihkan satuan pendidikan nonformal atau PKBM yang memiliki legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

PKBM YANG TERAKREDITASI DI KABUPATEN CIREBON TAHUN 2016

Upaya perubahan dalam menuju kwalitas PKBM terus dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, melalui Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUDPNF). Upaya adanya akreditasi PKBM adalah salah satu wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan nonformal mulai terasa oleh lembaga PKBM. Karena dengan diberikannya penghargaan akreditasi artinya bahwa lembaga PKBM tidak lagi menjadi lembaga penyelenggaraan pendidikannya yang tidak berstandar melainkan saatnya bahwa pendidikan nonformal pun berstandar nasional.

Untuk menuju berstandar atau tidaknya suatu lembaga pendidikan nonformal khususnya PKBM maka dilakukan evaluasi diri melaui Badan akreditasi Nasional yang saat ini dilakukan oleh Badan Akreditasi Provinsi yang merupakan kepanjangan tangan dari Badan Akreditasi Nasional. Dari asil evaluasi (potret) yang dilakukan maka akan mengasilan grade akreditasi lembaga tersebut baik akreditas A, Akreditasi B, AKreditasi C, atau hanya terakrditasi.

Di Kabupaten Cirebon PKBM yang mengajukan dan diakreditasi tahun 2016 sejumlah 3 lembaga diantaranya: PKBM BERLIAN di Desa Gumulunglebak, PKBM AL GIFARI, dan PKBM BAITUL WILDAN. Dari ketiga lembaga PKBM tersebut sesuai dengan SK Badan Akreditasi Nasional PAUD DAN PNF tahun 2016 Nomor: 063/K/SK/AKR/2016 dihasilkan Keputusan Akreditasi sebagai berikut:

1.       PKBM BERLIAN

AKREDITASI B

Alamat: Jl. Perjuangan Kebondalem Desa Gumulunglebak Kecamatan Greged Kab. Cirebon

082317376608, 081312029889, 081911340489

2.       PKBM ALGIFARI

AKREDITASI C

Jl. Moh. Ramdah Blok 02 Rt. 06 Rw. 03, Kel.Bakung Kidul, Kec.Jamblang, Kab. Cirebon – Provinsi Jawa Barat

3.       PKBM BAITUL WILDAN

AKREDITASI C

Jl. Prabu Kiansantang  Rt.01 /09 Desa Sukadana  Kec. Pabuaran

LAMPIRAN SK:

akreditasi_jawabarat_tahap_4

Uraian di atas merupakan gambaran bahwa PKBM saat ini sudah berubah dan harus memiliki 8 standar pendidikan sehingga layak disebut dengan satuan pendidikan.

DATA CALON PESERTA UJIAN NASIONAL PENDIDIKAN KESETARAAN(UNPK) /UJIAN NASIONAL PENDIDIKAN KESETARAAN BERBASIS KOMPUTER (UNPK BK)DI PKBM BERLIAN CIREBON

Jumlah peserta UNPK/UNPKBK di PKBM BERLIAN Cirebon sudah memasuki pendataan validasi yang akan mengikuti Ujian tersebut. Persiapan terus dilakukan agar pada saatnya nanti peserta di  tidak gaptek dalam menghadapinya. Dan di bawah ini kami lampirkan data peserta UN yang akan mengikuti Ujian Nasional di tahun 2017:

Bagi calon peserta UN di PKBM BERLIAN dapat mengunduh atau melihatnya, dengan mengklik di bawah ini:

p2965338-berlian-201702020805