PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Posts tagged 'PENDIDIKAN KESETARAAN'

Tag Archives: PENDIDIKAN KESETARAAN

http://xsltcache.alexa.com/site_stats/gif/s/a/cGtibWJlcmxpYW4ud29yZHByZXNzLmNvbQ==/s.gif

RSS Info Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
StatsCrop
View samsiberlian's profile on slideshare

Review https://pkbmberlian.wordpress.com on alexa.com

Flickr Photos

Twitter Terbaru

RSS Info Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Teman Pkbm Berlian

PETA PKBM “BERLIAN” CIREBON

http://www.flickr.com//photos/pkbmberlianwordpresscom/show/

Arsip

UA-30211493-1
Iklan

PENDIDIKAN KESETARAAN

Pendidikan kesetaraan merupakan layanan pendidikan melalui jalur pendidikan nonformal yang memberikan kesempatan atau akses bagi warga masyarakat khususnya para pemuda yang putus sekolah dan putus lanjut di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Oleh karena itu, pendidikan kesetaraan adalah program pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan umum, yang mencakup program paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs dan Paket C setara SMA/MA. Program ini ditujukan bagi peserta didik yang berasal dari masyarakat  yang karena berbagai faktor tidak dapat mengikuti pendidikan di bangku sekolah, putus sekolah dan putus lanjut di berbagai jenjang pendidikan, serta usia produktif yang ingin meningkatkan pengetahuan dan kecakapan hidupnya, serta masyarakat lain yang memerlukan layanan khusus dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai dampak dari peningkatan taraf hidup dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pengembangan program pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C ini diharapkan semakin memperluas layanan pendidikan bagi masyarakat melalui layanan pendidikan nonformal.

Lembaga/organisasi atau satuan pendidikan nonformal sebagai penyelenggara program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C adalah pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), sanggar kegiatan belajar (SKB), lembaga kursus dan pelatihan, kelompok belajar, rumah pintar, dan satuan pendidikan nonformal sejenis lainnya yang menyelenggarakan program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C.

Penyelenggaraan program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C dimaksudkan untuk memberikan layanan pendidikan kepada warga negara Indonesia yang karena berbagai faktor dan sebab tidak dapat memperoleh layanan pendidikan pada jalur pendidikan formal, sehingga pada akhir pmbelajaran program pendidikan kesetaraan diharapkan warga belajar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diakui setara dengan jenjang pendidikan formal.

Penyelenggaraan program Pendidikan Kesetaraan bertujuan untuk:

  1. menyediakan layanan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal untuk menjaring anak-anak yang putus sekolah atau putus lanjut di tingkat SD/MI untuk Paket A, anak-anak yang putus sekolah atau putus lanjut di tingkat SMP/MTs untuk Paket B, dan anak-anak yang putus sekolah di tingkat SMA/MA untuk Paket C;
  2. mendukung dan mensukseskan kebijakan nasional tentang wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun, dan rintisan wajib belajar pendidikan menengah dua belas tahun atau pendidikan menengah universal;
  3. meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap warga belajar sehingga memiliki kemampuan yang setara dengan pendidikan formal;
  4. membekali dasar-dasar kecakapan hidup yang bermanfaat untuk bekerja mencari nafkah atau berusaha mandiri;
  5. membekali pengetahuan, keterampilan, dan sikap warga belajar yang memungkinkan lulusan program dapat meningkatkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, atau meningkatkan kariernya dalam pekerjaannya.

Uraian di atas penulis simpulkan bahwa pendidikan kesetaraan merupakan jalur pendidikan bagi masyarakat bukan lagi menjadi alternatif tapi dapat menjadi pilihan langsung masyarakat demi tercapainya tujuan pendidikan nasional dan amanat UUD 1945… dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sumber : kemdikbud.go.id

Iklan

MATA PELAJARAN APA SAJA DI PENDIDIKAN KESETARAAN

Pendidikan kesetaraan masih banyak yang beranggapan sekolah mencari Ijazah, penulis memaklumi karena belum tahu yang sebenarnya tentang pendidikan kesetaraan. Tulisan ini ingin menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh masyarakat tentang Mata Pelajaran yang di ajarkan di pendidikan kesetaraan. Semoga dengan penjelasan singkat yang penulis tulis ini menjadi pencerahan bagi masyarakat yang bertanya-tanya tentang mata pelajaran yang diajarkannya.

Di bawah ini penulis ingin menjelaskan seluruh mata pelajaran yang di ajarkan di pendidikan kesetaraan berdasarkan pada kurikulum pendidikan kesetaraan baik pendidikan kesetaraan Paket A, Pendidikan Kesetaraan Paket B, dan Pendidikan Kesetaraan Paket C.

Adapun mata pelajaran di Pendidikan Kesetaraan Paket A antara lain:

  1. Pendidikan Agama
  2. Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Matematika
  4. Bahasa Indonesia
  5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
  6. Ilmu pengetahuan Sosial (IPS)
  7. Seni Budaya
  8. Pendidikan Jasmani, olah raga dan kesehatan
  9. Mulok ( Disesuaikan dengan lingkungan Sekolah)

Mata Pelajaran di Pendidikan Kesetaraan Paket B

  1. Pendidikan Agama
  2. Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Matematika
  4. Bahasa Indonesia
  5. Bahasa Inggris
  6. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
  7. Ilmu pengetahuan Sosial (IPS)
  8. Seni Budaya
  9. Pendidikan Jasmani, olah raga dan kesehatan
  10. Keterampilan Fungsional
  11. Mulok ( Disesuaikan dengan lingkungan Sekolah)

Mata Pelajaran di Pendidikan Kesetaraan Paket C IPS

  1. Pendidikan Agama
  2. Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Bahasa Indonesia
  4. Bahasa Inggris
  5. Matematika
  6. Sejarah
  7. Geografi
  8. Ekonomi
  9. Sosiologi
  10. Seni Budaya
  11. Pendidikan Jasmani, olah raga dan kesehatan
  12. Keterampilan Fungsional
  13. Mulok ( Disesuaikan dengan lingkungan Sekolah)

Demikian uraian tentang mata pelajaran di Pendidikan Kesetaraan, semoga menjadi pencerahan bagi masyarakat dan bermanfaat.

SIAPA YANG BERHAK MENANDATANGANI IJAZAH PENDIDIKAN KESETARAAN ?

Pendidikan Nonformal sedang melakukan perubahan-perubahan yang akan menuju lebih baik di era mendatang. Tetapi tentu tidak akan lepas dari gejolak yang dirasakan pada kalangan pendidikan nonformal terutama pihak PKBM. Sampai saat ini masih banyak yangbertanya-tanya siapa yang berhak menandatangani Ijazah Pendidikan Kesetaraan?

Banyak diskusi-diskusi yang saling memperkuat argumentasi masing-masing pendapatnya. Diantaranya yang berhak menandatangani Ijazah Pendidikan Kesetaraan yaitu PKBM yang terkreditasi. Piahak lain berpendapat Satuan Pendidikan penyelenggara walaupun belum terakreditasi. Perdebatan-perdebatan tersebut membuat ketar ketir bagi pihak PKBM yang seharusnya siapa, dan sebaiknya segera terbit peraturan yang berkaitan dengan penandatanganan Ijazah tersebut.

Dibawah ini merupakan hasil diskusi di berbagai group yang berdiskusi tentang siapa yang berhak untuk menandatangani Ijazah, mari kita lihat contoh diskusi di bawah ini pernyataannya bahwa” Ijazah ditanda tangani oleh satuan pendidikan” walaupun belum terakreditasi, hal ini banyak tanggapan diantaranya:

  1. Bagaimana PKBM yang belum terakreditasi menandatangani apabila belum memiliknya 8 standar pendidikan. Karena 8 standar pendidikan tersebut menjadi tolak ukur kemampuan dan legalitas dari satuan pendidikan teresebut.
  2. Bagaimana jika kepala satuan pendidikan tersebut tidak berijazah atau hanya berpendidikan SMA dan harus menandatangani Ijazah setara SMA. Kalau ini terjadi layakkah dan bagaimana pendidikan yang ada di negeri ini.

Dari 2 tanggapan tentang Ijazah pendidikan kesetaraan apabila ditanda tangani oleh satuan pendidian asal, maka menurut penulis sepertinya akan membuat bertambah rendahnya pendidikan di negeri yang tercinta ini. Bukannya tambah lebih baik dan kalau terjadi penandatangan Ijazah oleh satuan  pendidikan asal walaupun belum terakreditasi maka bukan maju pendidikan tapi tambah mundur kebelakang ini artinya pendidikan seperti dalam penghancuran.

PENDIDIKAN KESETARAAN BERPERAN DI ERA GLOBALISASI

Pendidikan terus ditingkatkan kwalitasnya baik dari segi mutu lulusan, pembiayaan, pengelolaan dan mutu tenaga pendidikanya. Disisi lain peningkatan mutu yang terus dilakukan tersebut tetapi dropout (DO), tidak melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya tidak berkurang malah mungkin juga bisa lebih banyak yang tidak dapat diperkirakan. Hal tersebut merupakan buah hasil dari pemikiran globalisasi yang telah menguasai dalam diri remaja masa kini. Selanjutnya bagaimana apabila permasalahan generasi penerus bangsa yang terus digerus pola pikirnya oleh globalisasi terutama teknologi informatika yang kurang tepat guna. Hal tersebut pasti telah disadari oleh berbagai pihak dengan melihat dengan mata kepala sendiri anak-anak kita sudah sungkan untuk membuka buku terlebih dibacanya, yang ada hanyalah chat dan chat dengan barang yang dipegangnya terus sampai memejamkan matapun masih tetap dalam genggamnya, apa itu Handphone, Tablet dll.

Pembangunan yang terus dilakukan demi kemajuan suatu bangsa tentu tidak akan lepas dengan kebutuhan sumber daya manusia, namun kebutuhan akan SDM tentu akan disesuaikan dengan legalitas pendidikan yang diampunya oleh seseorang yang berkeinginan untuk berperan dalam bidang yang akan digelutinya. Hal tersebut tidak sedikit yang menyesal dan merasa kecewa akan nasib yang dialaminya karena dibenturkan dengan pendidikan yang harus dimiliki sebagai syarat untuk bisa masuk dalam dunia kerja yang diharapkannya. Dan itu terjadi di era sekarang yang terus dialami oleh banyak orang.

Dengan berbagai fenomena dan kejadian yang menimpa banyak orang sehingga membuat tersadar bahwa pendidikan itu sangat penting dan perlu dimiliki bagi yang berkeinginan memasuki dunia kerja. Sehingga banyak yang mencari solusi agar dapat sejajar dengan kebutuhan dari pihak dunia kerja yang membutuhkan akan jasa tenaganya. Solusi yang dilakukan dan nyata tentu hanya melalui PENDIDIKAN KESETARAAN, baik PROGRAM STUDI PAKET A, PAKET B, DAN PAKET C. dengan hal tersebut dilakukan selesailah permasalahan yang menghantui hidupnya.

Bila kita tengok permasalahan yang terjadi pada anak remaja saat ini, yang sudah tidak sedikit berpikir irasional dalam menempuh pendidikan, yang sudah hilang dalam pikirannya akan kerja keras orang tua yang terus berusaha demi anak-anaknya dapat menyelesaikan pendidikan dengan berharap tidak terulang dimasa orang tuanya. Harapan demi harapan banyak orang tua yang kecewa dibuat oleh anak-anaknya, pengorbanan yang dikeluarkan sampai sia-sia. Tetapi saat ini kekecewaan orang tua tidak harus ditumpahkan kepada anak-anak kita yang sekaligus membiarkan untuk menjadi anak yang tidak memiliki status berijazah. Karena solusi masih banyak di kanan kiri kita yaitu dengan diarahkan pada PENDIDIKAN KESETARAAN.

Dari uraian di atas membuktikan bahwa tidak sedikit remaja dan orang tua yang bisa terhindar dari tidak berijazah, asalkan ada kemauan untuk belajar karena di PKBM dalam mengelola pendidikan kesetaraan tidak mengenal ruang dan waktu, sehingga dapat kami katakana bahwa PENDIDIKAN KESETARAAN BERPERAN DI ERA GLOBALISASI.

Akhir dari tulisan hanya kami sarankan apabila terjadi pada anak-anak kita atau kita sebagai orang tua membutuhkan setara dalam pendidikan pilihkan satuan pendidikan nonformal atau PKBM yang memiliki legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan.