PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Posts tagged 'pkbm'

Tag Archives: pkbm

http://xsltcache.alexa.com/site_stats/gif/s/a/cGtibWJlcmxpYW4ud29yZHByZXNzLmNvbQ==/s.gif

RSS Info Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
StatsCrop
View samsiberlian's profile on slideshare

Review https://pkbmberlian.wordpress.com on alexa.com

Flickr Photos

Twitter Terbaru

RSS Info Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Teman Pkbm Berlian

PETA PKBM “BERLIAN” CIREBON

http://www.flickr.com//photos/pkbmberlianwordpresscom/show/

Arsip

UA-30211493-1
Iklan

BOLEHKAN DAFTAR PAKET C LANGSUNG SETELAH LULUS SMP/MTs ATAU HARUS MENUNGGU SETAHUN

Dalam tulisan kali ini admin menjawab pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat tentang masuk paket C dari SMP atau MTs dengan tidak menunggu lewat setahun atau lebih setelah dinyatakan lulus dari sekolah asalnya.

Masyarakat masih memiliki anggapan bahwa masuk pendidikan kesetaraan Paket C itu harus menunggu setahun setelah lulus dari sekolah asal SMP atau MTs, anggapan demikian kurang tepat.

Beberapa alasan mengapa peerta didik tidak harus menunggu setahun setelah lulus SMP atau MTs, adapun alasan-alasannya adalah sebagai berikut:

  1. Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan

Pendidikan sudah diatur oleh Undang-undang oleh karena itu tidak ada alasan pendidikan harus menunggu. Mencerdaskan kehidupan bangsa UUD 1945 telah mengamanatkan kepada pemerintah dan perlu diketahui masyarakat dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, yang syarat utamanya adalah warga Negara Indonesia. Dengan jelas amanat UUD 1945 itu maka apabila masyarakat telah menyelesaikan lulus dari SMP atau MTs jalur pendidikan nonformal harus bersedia langsung menerimanya tanpa menunggu dan membeda-bedakan, karena pendidik merupakan hak yang harus diterima oleh setiap warga negaranya.

  1. Tidak melanjutkan sekolah pada jalur Formal

Jalur pendidikan itu terbagi tiga yang telah tertulis dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 yaitu Jalur Formal, Nonformal, dan Informal. Pendidikan jalur formal itu diantaranya SD/MI,SMP/MTs, SMA/SMK/MA baik Negeri atau swasta.  Pendidikan jalur Nonformal untuk Kesetaraan diantaranya PAKET A(Setara SD/MI), PAKET B(Setara SMP/MTs), dan PAKET C (Setara SMA/SMK/MA). Jalur pendidikan Nonformal ini jelas telah disiapkan oleh pemerintah bagi usia sekolah dan masyarakat yang tidak melanjutkan ke jalur pendidikan formal, artinya bahwa siapapun yang tidak sekolah dijalur formal dapat langsung masuk di jalur Nonformal.

  1. Lokasi, Waktu, Ekonomi Keluarga, Kemauan Bersekolah.

Sudah menjadi kodrat irodatnya sang pencipta Alllah SWT, bahwa manusia di takdirkan memiliki perbedaan dalam kehidupannya. Dengan demikian maka setiap manusia akan berbeda kepemilikan dan jalan hidupnya masing-masing. Bagaimana dengan pendidikan pun pasti akan memiliki perbedaan. Lokasi tempat tinggal bisa jadi hambatan bagi siswa sehingga tidak bersekolah karena itu pendidikan kesetaraan lah yang menjadi solusinya, karena dengan pendidikan kesetaraan terselesaikan masalah lokasi tersebut. Waktu banyak permasalahan terutama orang tua yang sangat butuh bantuan anaknya dalam membantu kerja dalam memenuhi kebutuhannya, tapi dengan pendidikan kesetaraan permasalahan tersebut selesai, orang tua terbantu dan pendidikan pun terselesaikan. Ekonomi keluarga menjadi permasalahan bagi siswa, karena dengan ekonomi keluarga yang rendah sangat berpengaruh terhadap rata-rata lama sekolah, adanya pendidikan kesetaraan selesailah permasalahan ekonomi keluarga , dipendidikan kesetaraan tidak perlu mengeluarkan banyak biaya syaratnya hanya ada kemauan untuk belajar. Kemauan bersekolah, tidak sedikit orang tua bingung dengan sikap anaknya yang tidak mau bersekolah pada jalur formal, selidik demi selidik ternyata banyak siswa yang tidak tahan dengan aturan yang ketat sehingga banyak yang terjadi mogok sekolah , solusi satu satunya dengan anak tidak mau bersekolah pada jalur formal yaitu di pendidikan kesetaraan baik Paket A, Paket B, dan Paket C. hal itu banyak yang terjadi masuk di PKBM BERLIAN.

  1. Belajar itu hak Universal

Belajar itu hak universal artinya bagi setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan itu tidak hanya bagi orang yang memiliki strata ekonomi atas, siapa pun dengan latar belakang apapun dan kondisi bagaimana pun warga Negara Indonesia harus mendapatkan pendidikan. Salah satu jalur pendidikan yang dapat menyelesaikan permasalahan belajar dan pendidikan adalah pendidikan kesetaraan melalui PKBM

Tulisan ini hasil dari kajian seluruh latar belakang siswa yang masuk di PKBM BERLIAN dengan kesimpulannya seperti yang admin tuliskan uraian di atas. Kebenaran dan kekuranganya mungkin setiap lokasi berbeda. Semoga bermanfaat dan tulisan ini jawaban bagi orang tua yang ingin anaknya masuk di Pendidikan Kesetaraan.

Iklan

TEKNIK SEPEDA MOTOR TIDAK HARUS FORMAL, NONFORMAL PUN BISA

Pendidikan terbagi dalam tiga jalur yaitu formal, nonformal dan informal. Keterampilan Otomotif pada umumnya dilakukan pada pendidikan formal yaitu SMK dan jalur nonformal itu bisa dilakukan oleh lembaga kursus. Dari jalur pendidikan nonformal terutama PKBM pada Pendidikan Kesetaraan masih sangat jarang yang melaksanakan kegiatan pra karya dengan menambah kurikulum otomotif, yang menjadi permasalahannya adalah kurangnya sarana dan prasarana.

PKBM BERLIAN mulai tahun 2018 pada Program Paket C ditambahkan kurikulum otomotif Teknik Sepeda Motor dengan tenaga instruktur dari Astra Grup. Dengan demikian maka diharapkan lulusan dari Paket C PKBM BERLIAN akan memiliki keterampilan teknisi sepeda Motor sejajar dengan lulusan SMK. Terobosan yang dilakukan PKBM BERLIAN ini merupakan penyetaraan kemampuan bahwa tidak harus siswa di pendidikan formal saja yang memiliki ketrampilan otomotif tetapi warga belajar Paket pun harus mendapatkan pendidikan yang sama. Artinya tidak harus formal, Nonformal pun bisa.

Kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran otomotif akan menggunakan kurikulum dari Astra Honda Motor yang dimasukan dalam pembelajaran Pra Karya Keterampilan Fungsional dan juga sebagai kurikulum muatan Lokal.

Oleh karena itu bagi warga masyarakat usia sekolah yang berada diwilayah kecamatan Greged khsususnya dan Kabupaten Cirebon umumnya bisa mendaftarkan diri pada jalur pendidikan Nonformal Paket C, setelah lulus akan mendapatkan Ijazah dan sertifikat otomotif Teknik Sepeda Motor. Dengan demikian maka outcomenya bisa mandiri buka bengkel dan bisa bekerja pada perusahaan bengkel resmi honda. Dan siap memasuki dunia usaha dan industri.

Harapan dari pengelola semoga terobosan ini mendapatkan manfaat baik untuk lembaga dan masyarakat serta mendapatkan ridho dari Allah SWT. Amiin Yaarobbal’alamiin.

PKBM TERAKREDITASI BELUM SEPENUHNYA MERASAKAN PERJUANGANNYA

Akreditasi adalah salah satu kegiatan evaluasi diri satuan pendidikan dengan berpedoman pada standarisasi pendidikan. Untuk menjadi standard an layak bagi satuan pendidikan maka perlu dilakukannya akreditasi. Karena dengan satuan pendidikan diakreditasi maka akan tampak terpenuhi tidaknya 8 standar pendidikan yang harus dimiliki oleh satuan pendidikan baik formal maupun nonformal. di berbagai grouf Whatsapp. Yang penulis perhatikan bahwa PKBM terakreditasi belum sepenuhnya merasakan perjuangannya.

Kalau kita lihat perjuangan PKBM yang melakukan kerja keras menuju akreditasi tentu ini sangat perlu mendapat apresiasi karena sudah menunjukkan begitu semangatnya dalam mengabdikan kepada bangsa dan Negara dalam bidang pendidikan nonformal khususnya, nama sampai saat ini masih banyak komentar-komentar yang miris dengan perlakuan terhadap pendidikan nonformal yaitu PKBM.

Oleh karena itu menurut penulis harus secepatnya pihak yang berwenang untuk segera memberi tindak lanjut dengan adanya lembaga PKBM yang terkareditasi tersebut. Sehingga bagi mereka (PKBM) yang belum terakreditasi berlomba-lomba segera engajukan akreditasi. Kalau ini tidak membedakan dengan perbedaan yang mencolok penulis khawatir semangat akreditasi bagi para PKBM akan turun kembali kemaunnya dalam melaksanakan akreditasi

HIRUK PIKUK UNBK

Pendidikan terus dibangun demi kwalitas sejajar dengan internasional. dalam suatu perubahan tidak akan lepas dari masa tidak nyaman terutama bagi yang terkait dengan pelaksana dan penyelenggaranya. Salah satu yang terjadi kekinian yaitu adanya ujian nasional berbasis computer (UNBK), hal tersebut berlaku di semua jalur pendidikan baik formal maupun nonformal. Dengan terbitnya aturan tentang UNBK terjadinya hiruk pikuk UNBK dan UNKP.

Setiap adanya perubahan tentu tidak akan lepas dari positif dan negtifnya. Dari sisi positif dengan bumingnya UNBK tentu sangat meminimalisir kecurangan dalan pelaksanaan Ujian. Karena dengan ujian berbasis computer terhindar dari upaya-upaya meningkatkan hasil ujian siswa. Uraian tersebut salah satu dampak positif dari UNBK dan masih banyak lagi dampak positif lainnya. Sebaliknya bagaimana dampak negatifnya dengan ujian berbasis computer, hal ini akan terjadi beban awal meningkat karena belum siapnya sarana komputerisasinya.

Bila kita lihat realita dilapangan masih banyak sekolah format yang belum mampu melaksanakan ujian nasional berbasis computer bagaimana dengan nonformal tentu sangat berat dirasakan oleh satuan pendidikan nonformal yang jelas-jelas sangat rendah kepemilikian IT nya. Upaya persiapan terus dilakukan oleh sastuan pendidikan nonformal yaitu para PKBM tetapi banyak kendala yang terjadi dilapangan salah satunya beban pinjam atau biaya yang harus dilakukan biaya perawatan untuk sekolah formal yang dijadikan tempat UNBK tersebut.

Dengan banyaknya permasalahan yang timbul setelah koordinasi antar instansi satuan pendidikan akhirnya di kabupaten Cirebon mengambil keputusan bersama untuk ujian nasional tahap satu khususnya pendidikan nonformal (PKBM) tidak siap untuk UNBK dengan tetap melaksanakan UNKP.

Menurut penulis sebaiknya setiap akan melakukan suatu perubahan besar tentu harus dikuatkan beberapa langkah diantaranya:

  1. Sosialisasi
  2. Koordinasi
  3. Perlengkapan sarana

Kalau persiapan ke tiga tersebut diatas dilakukan penulis meyakinkan tidak akan terjadi ramai hiruk pikuk yang terjadi seperti sekarang ini.

PENDIDIKAN KESETARAAN BERPERAN DI ERA GLOBALISASI

Pendidikan terus ditingkatkan kwalitasnya baik dari segi mutu lulusan, pembiayaan, pengelolaan dan mutu tenaga pendidikanya. Disisi lain peningkatan mutu yang terus dilakukan tersebut tetapi dropout (DO), tidak melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya tidak berkurang malah mungkin juga bisa lebih banyak yang tidak dapat diperkirakan. Hal tersebut merupakan buah hasil dari pemikiran globalisasi yang telah menguasai dalam diri remaja masa kini. Selanjutnya bagaimana apabila permasalahan generasi penerus bangsa yang terus digerus pola pikirnya oleh globalisasi terutama teknologi informatika yang kurang tepat guna. Hal tersebut pasti telah disadari oleh berbagai pihak dengan melihat dengan mata kepala sendiri anak-anak kita sudah sungkan untuk membuka buku terlebih dibacanya, yang ada hanyalah chat dan chat dengan barang yang dipegangnya terus sampai memejamkan matapun masih tetap dalam genggamnya, apa itu Handphone, Tablet dll.

Pembangunan yang terus dilakukan demi kemajuan suatu bangsa tentu tidak akan lepas dengan kebutuhan sumber daya manusia, namun kebutuhan akan SDM tentu akan disesuaikan dengan legalitas pendidikan yang diampunya oleh seseorang yang berkeinginan untuk berperan dalam bidang yang akan digelutinya. Hal tersebut tidak sedikit yang menyesal dan merasa kecewa akan nasib yang dialaminya karena dibenturkan dengan pendidikan yang harus dimiliki sebagai syarat untuk bisa masuk dalam dunia kerja yang diharapkannya. Dan itu terjadi di era sekarang yang terus dialami oleh banyak orang.

Dengan berbagai fenomena dan kejadian yang menimpa banyak orang sehingga membuat tersadar bahwa pendidikan itu sangat penting dan perlu dimiliki bagi yang berkeinginan memasuki dunia kerja. Sehingga banyak yang mencari solusi agar dapat sejajar dengan kebutuhan dari pihak dunia kerja yang membutuhkan akan jasa tenaganya. Solusi yang dilakukan dan nyata tentu hanya melalui PENDIDIKAN KESETARAAN, baik PROGRAM STUDI PAKET A, PAKET B, DAN PAKET C. dengan hal tersebut dilakukan selesailah permasalahan yang menghantui hidupnya.

Bila kita tengok permasalahan yang terjadi pada anak remaja saat ini, yang sudah tidak sedikit berpikir irasional dalam menempuh pendidikan, yang sudah hilang dalam pikirannya akan kerja keras orang tua yang terus berusaha demi anak-anaknya dapat menyelesaikan pendidikan dengan berharap tidak terulang dimasa orang tuanya. Harapan demi harapan banyak orang tua yang kecewa dibuat oleh anak-anaknya, pengorbanan yang dikeluarkan sampai sia-sia. Tetapi saat ini kekecewaan orang tua tidak harus ditumpahkan kepada anak-anak kita yang sekaligus membiarkan untuk menjadi anak yang tidak memiliki status berijazah. Karena solusi masih banyak di kanan kiri kita yaitu dengan diarahkan pada PENDIDIKAN KESETARAAN.

Dari uraian di atas membuktikan bahwa tidak sedikit remaja dan orang tua yang bisa terhindar dari tidak berijazah, asalkan ada kemauan untuk belajar karena di PKBM dalam mengelola pendidikan kesetaraan tidak mengenal ruang dan waktu, sehingga dapat kami katakana bahwa PENDIDIKAN KESETARAAN BERPERAN DI ERA GLOBALISASI.

Akhir dari tulisan hanya kami sarankan apabila terjadi pada anak-anak kita atau kita sebagai orang tua membutuhkan setara dalam pendidikan pilihkan satuan pendidikan nonformal atau PKBM yang memiliki legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

PKBM YANG TERAKREDITASI DI KABUPATEN CIREBON TAHUN 2016

Upaya perubahan dalam menuju kwalitas PKBM terus dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, melalui Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUDPNF). Upaya adanya akreditasi PKBM adalah salah satu wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan nonformal mulai terasa oleh lembaga PKBM. Karena dengan diberikannya penghargaan akreditasi artinya bahwa lembaga PKBM tidak lagi menjadi lembaga penyelenggaraan pendidikannya yang tidak berstandar melainkan saatnya bahwa pendidikan nonformal pun berstandar nasional.

Untuk menuju berstandar atau tidaknya suatu lembaga pendidikan nonformal khususnya PKBM maka dilakukan evaluasi diri melaui Badan akreditasi Nasional yang saat ini dilakukan oleh Badan Akreditasi Provinsi yang merupakan kepanjangan tangan dari Badan Akreditasi Nasional. Dari asil evaluasi (potret) yang dilakukan maka akan mengasilan grade akreditasi lembaga tersebut baik akreditas A, Akreditasi B, AKreditasi C, atau hanya terakrditasi.

Di Kabupaten Cirebon PKBM yang mengajukan dan diakreditasi tahun 2016 sejumlah 3 lembaga diantaranya: PKBM BERLIAN di Desa Gumulunglebak, PKBM AL GIFARI, dan PKBM BAITUL WILDAN. Dari ketiga lembaga PKBM tersebut sesuai dengan SK Badan Akreditasi Nasional PAUD DAN PNF tahun 2016 Nomor: 063/K/SK/AKR/2016 dihasilkan Keputusan Akreditasi sebagai berikut:

1.       PKBM BERLIAN

AKREDITASI B

Alamat: Jl. Perjuangan Kebondalem Desa Gumulunglebak Kecamatan Greged Kab. Cirebon

082317376608, 081312029889, 081911340489

2.       PKBM ALGIFARI

AKREDITASI C

Jl. Moh. Ramdah Blok 02 Rt. 06 Rw. 03, Kel.Bakung Kidul, Kec.Jamblang, Kab. Cirebon – Provinsi Jawa Barat

3.       PKBM BAITUL WILDAN

AKREDITASI C

Jl. Prabu Kiansantang  Rt.01 /09 Desa Sukadana  Kec. Pabuaran

LAMPIRAN SK:

akreditasi_jawabarat_tahap_4

Uraian di atas merupakan gambaran bahwa PKBM saat ini sudah berubah dan harus memiliki 8 standar pendidikan sehingga layak disebut dengan satuan pendidikan.