PKBM "BERLIAN" CIREBON

Beranda » Artikel

Category Archives: Artikel

http://xsltcache.alexa.com/site_stats/gif/s/a/cGtibWJlcmxpYW4ud29yZHByZXNzLmNvbQ==/s.gif

RSS Info Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
StatsCrop
View samsiberlian's profile on slideshare

Review https://pkbmberlian.wordpress.com on alexa.com

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

RSS Info Terbaru

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Teman Pkbm Berlian

PETA PKBM “BERLIAN” CIREBON

http://www.flickr.com//photos/pkbmberlianwordpresscom/show/

Arsip

UA-30211493-1

TOL CIPALI NYAMAN, PERLUKAH BANTALAN DI TOL CIPALI (CIKAMPEK PALIMANAN) DIADAKAN?

Hasil gambar untuk gambar jalan TOL CIPALI

TOL adalah jalan bebas hambatan. Kita pasti sudah mengenal jalan TOL dimana kita pergi. Ada yang berbeda salah satunya jalan TOL ini yakni TOL CIPALI (Cikampek Palimanan). Perbedaan yang sangat mencolok jalan TOL dengan Jalan TOL yang lainnya yaitu jaraknya dengan trek lurusnya yang sangat panjang.

Berdasarkan informasi yang telah kita ketahui dari berita Televisi, Online, Surat kabar (Koran) bahwa sekarang di TOL CIPALI (Cikampek Palimanan) sering terjadi kecelakaan yang menyebabkan catat tubuh sampai kematian.  Dari berita yang penulis dapatkan sehingga terinspirasi untuk menulis artikel ini.  Tujuan dari penulisan ini adalah sebagai bentuk ke keprihatinan penulis kepada banyaknya korban yang penulis ketahui dari berita televise maupun media cetak.

Dari berbagai informasi tentang fenomena tersebut merupakan suatu masalah yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, sehingga penulis ingin memberikan suatu saran yang ditujukan kepada pengelola TOL Cikampek Paliman (CIPALI). Saran ini dimaksudkan agar pengelola memberikan suatu rambu-rambu keamanan untuk para pengguna jalan TOL CIPALI.

Sebelum memberikan masukan terlebih dahulu penulis sampaikan hasil dari sebuah pengalaman perjalanan saat menuju ke kota Bandung. Dari perjalanan itu penulis membuktikan adanya berita panjangnya jalan TOL CIPALI, dari perjalanan itu penulis merasakan sungguh nyaman bila kita rasakan layaknya kita berada dalam sebuah mimpi perjalanan karena membuat mata cepat lelah untuk terus membukakannya, akhirnya untuk menuju pada kelelapan dalam ketiduran tidak bisa ditahan lagi. Disisi nyamannya perjalanan penulis merasa ada sesuatu yang dapat membuat musibah apabila pengemudi utamanya lalay atau HUMAN ERROR. Inilah akhirnya penulis membuat tulisan ini.

Sebagai wujud dari bentuk keprihatinan dan menginginkan adanya nyaman dan keselematan, maka saran penulis di jalan TOL Cikampek Palimanan agar dibuatkan bantalan-bantalan halus sehingga para pengemudi khususnya, tidak TERLENA dan terbawa arus ngantuk dampak dari perjalanan tersebut karena akan merasakan getaran-getaran dalam perjalanannya.. Bantalan-bantalan itu dibuat setiap 5-10 kilometer dengan jarak bantalan 20 meter setiap ruasnya.

Akhirnya penulis berharap tulisan ini dapat disebarluaskan demi keselamatan bersama dalam perjalanan di TOL Cikampek Palimanan (CIPALI). Dan semoga tulisan ini bermanfaat.

MENEPIS PERDAGANGAN UANG DI MASYARAKAT MELALUI UNIT USAHA SIMPAN PINJAM DI PKBM

Kebutuhan masyarakat semakin meningkat dengan naiknya berbagai macam kebutuhan pokok, sehinggan masyarakat berupaya untuk mencari solusi dengan berdagang sesuai dengan keahliannya atau berusaha lain dengan tujuan mendapatkan penghasilan. Dengan tidak berpikir jauh kedepan yang penting mendapatkan modal akhirnya cari solusi mudah dengan meminjam pinjaman modal dengan cara pengembalian harian. Alasannya tidak perlu ada persyaratan-persyaratan yang perlu diselesaikan dan untuk persyaratannya pun tidak dimiliki ungkapnya.

Penulis perhatikan banyak kasus yang terjadi dengan cara meminjam uang dalam bentuk seperti itu, karena modal yang diterima langsung dikembalikan kepada yang punya, sehingga untuk belanja berikutnya sudah habis karen dikembalikan ditambah dengan jasa yang begitu besar. Tidak sedikit yang akhirnya pergi meninggalkan kampung halaman karena dikejar seseorang yang telah memberikan pinjaman, yang lebih parah lagi sampai rumahnya siap untuk di jual. Ini bukan fiktif tetapi realita yang terjadi dan penulis mengetahui dengan jelas.

Dari kejadian-kejadian yang penulis perhatikan akhirnya berupaya sedikit-demi sedikit mengumpulkan masyarakat untuk mendirikan sebuah unit usaha yang dikomdoi oleh penyelenggara PKBM (penulsi), pertama yang dapat untuk diajak dan mau bergabung hanya 8 orang dari sekian ratus masyarakat yang saya ajak. Alasannya tidak mengerti dan takut kalau uangnya akan hilang.

Pada pertengahan tahun 2009 tepatnya 1 agustus 2009 dimulailah unit simpan pinjam di PKBM BERLIAN di dirikan dengan mengacu kepada sistem perkoperasian yaitu setiap anggota harus menyimpan simpanan wajib dan simpanan pokok. Dari tahun ke tahun akhirnya masyarakat mulai memahami manfaatnya dan beberapa pedagang yang sebelumnya meminjam uang untuk modal usahanya kepada bank harian akhirnya beralih kepada unit usaha simpan pinjam di PKBM BERLIAN dan sampai saat ini jumlah anggota masyarakat yang sudah mengetahui manfaat dan hasilnya 48 orang. Bagaimana caranya; cara yang dilakukan yaitu dari ,oleh dan untuk kesejahteraan anggota,

Pengalaman di atas yang dilakukan di PKBM BERLIAN bisa untuk dijadikan sebagai referensi. Sehingga PKBM pun berperan tidak hanya dalam bidang pendidikan tetapi berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat dan intinya menepis perdagangan uang yang dapat membebankan kehidupannya.

Semoga bermanfaat.

EFEKTIFKAH TEKNOLOGI TEPAT GUNA DI PKBM?

Apa Sih Teknologi Tepat guna itu?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Teknologi tepat guna adalah ada sebuah gerakan idelogis (termasuk manifestasinya) yang awalnya diartikulasikan sebagai intermediate technology oleh seorang ekonom bernama Dr. Ernst Friedrich “Fritz” Schumacher dalam karyanya yang berpengaruh, Small is Beautifull.[1] Walaupun nuansa pemahaman dari teknologi tepat guna sangat beragam di antara banyak bidang ilmu dan penerapannya, teknologi tepat guna umumnya dikenal sebagai pilihan teknologi beserta aplikasinya yang mempunyai karakteristik terdesentralisasi, berskala relatif kecil, padat karya, hemat energi, dan terkait erat dengan kondisi lokal.[2] Secara umum, dapat dikatakan bahwa teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan[3]. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif seminimal mungkin dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.[4] Baik Schumacher maupun banyak pendukung teknologi tepat guna pada masa modern juga menekankan bahwa teknologi tepat guna adalah teknologi yang berbasiskan pada manusia penggunanya.(5)

Teknologi tepat guna paling sering didiskusikan dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi dan sebagai sebuah alternatif dari proses transfer teknologi padat modal dari negara-negara industri maju ke negara-negara berkembang.[5][7] Namun, gerakan teknologi tepat guna dapat ditemukan baik di negara maju dan negara berkembang. Di negara maju, gerakan teknologi tepat guna muncul menyusul krisis energi tahun 1970 dan berfokus terutama pada isu-isu lingkungan dan keberlanjutan (sustainability). Di samping itu, istilah teknologi tepat guna di negara maju memiliki arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.[8] Secara luas, istilah teknologi tepat guna biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau kawasan perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju.[4][9] Seperti dijelaskan di atas, bentuk dari “teknologi tepat guna” ini biasanya lebih bercirikan solusi “padat karya” daripada “padat modal”. Pada pelaksanaannya, teknologi tepat guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu.

Efektifkah Teknologi Tepat Guna dilakukan di PKBM?

PKBM pada umumnya berada di wilayah pedesaan, orang desa pada umumnya bermata pencaharian petani dan berkebun. Sampai saat ini para petani masih menggunakan obat pestisida kimia yang berdampak buruk pada kadar tanah. Sebenarnya masyarakat menyadari dampak negatif tersebut, namun untuk lebih cepat kimia salah satu solusinya. Padahal tidak harus seperti itu akan lebih baik dengan menggunakan pupuk organik yang dijamin secara kesehatan pertaniannya yang tidak berdampak pada timbulnya penyakit-penyakit baru baik pada tumbuhan dan yang lebih hebat lagi pada manusia.

Bila kita bertanya, tanaman apa yang dikonsumsi manusia saat ini tidak menggunakan kimia? Jawabannya tentu semua. Secara logika bila tumbuhan kita obat dengan kimia, secara tidak langsung kita konsumsi kimia, oleh karena itu alangkah lebih bijaksana demi kesehatan kita pupuknya tidak lagi menggunakan kimia tetapi beralih pada pupuk organik.

Di atas telah saya sampaikan bahwa PKBM sebagian besar berada di wilayah pedesaan, di desa itu banyak rumput, sampah pohon, yang kurang dimanfaatkan, padahal kalau kita baca buku tentang pembuatan pupuk organik di desa lah tempatnya. Kalau seperti itu berarti sumber daya bahan baku sudah tersedia tinggal bagaimana cara mengolah dan mesin yang dibutuhkan untuk proses tersebut.

PKBM sangat dekat dengan masyarakat dan memahami kegiatan setiap harinya, oleh karena itu dalam rangka perubahan teknologi dari kimiawi ke organik sumber daya manusia untuk proses pupuk organik tersebut tidak akan ada kesulitan, karena sama-sama membutuhkan. Dapat saya katakan dalam tulisan singkat ini bahwa teknologi tepat guna akan efektif bila dilaksanakan di PKBM.

Mampukah PKBM mengadakan mesin produksi Pupuk Organik tersebut?

Ini adalah suatu permasalahan, saya memiliki argumen para penyelenggara PKBM tidak akan mampu mengadakannya. Ini perlu ada solusi kemitraan atau bantuan yang sifatnya sosial, agar para PKBM dapat mengimplementasikannya.

Dari uraian di atas penulis mengajak kepada rekan –rekan PKBM terutama pada PKBM yang saya kelola mari berupaya untuk membuat terobosan dengan teknologi tepat guna, agar hidup kita sehat, bekal kita menjadi kuat.

PKBM SEHARUSNYA MENJADI WADAH PELOPOR KEWIRAUSAHAAN

PKBM salah satu lembaga pendidikan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. dengan kedekatan antara PKBM dan masyarakat akan mempermudah peningkatan aspek kehidupan masyarakat bila pemerintah mengeluarkan programnya.

Saat ini kewirausahaan menjadi perhatian dari pemerintah agar masyarakat hidup layak dengan menghidupi dirinya sendiri tanpa membebankan orang lain. Hal ini tentunya sangat baik dan perlu didorong terus agar masyarakat mampu menjadi masyarakat yang mandiri dan berwirausha.

Masyarakat dalam hal ini memahami kewirausahaan tidak mudah mengerti perlu adanya sosialisasi dan pelatihan yang terus menerus dan perlu adanya pendampingan agar memiliki bekal kedepannya. Pembelajaran dan pelatihan tidak bisa dilakukan oleh pihak yang tidak memahami tentang pembelajaran, didalam PKBM terdapat pembelajaran yang sudah terbiasa dengan masyarakat. oleh karena itu akan lebih tepat apabila program tentang kewirausaan di wadahi oleh satuan pendidikan nonformal yaitu PKBM. Bila hal ini dilakukan PKBM menjadi tempat pencetak sumber daya manusia yang mandiri dan beriwirausaha.

MASUK SEKOLAH BUKAN TUJUAN AKHIR

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa segala sesuatu tergantung pada niat. Niat baik ya hasilnya baik dan sebaliknya niat buruk ya hasilnya juga buruk. Kali saya sering mendengar dari para orang tua peserta didik tujuan sekolah merupakan tujuan agar dapat bekerja baik di perusahaan swasta ataupun pegawai negeri. Pernyataan orang tua tersebut saya artikan bahwa sekolah adalah tujuan akhir.

Menurut saya, pernyataan di atas dari orang tua tersebut tidak tepat, Sekolah merupakan tempat dimana kita mencari ilmu dan pengetahuan dan bila lulus mendapatkan selembar kertas yang namanya Ijazah. Pertanyaannya apakah dengan memiliki Ijazah pasti bekerja di di perusahaan atau menjadi pegawai negeri? Coba kita merenung sedikit dan tengok tetangga kanan kiri kita,  benarkah yang memiliki Ijazah semuanya bekerja? Tentu jawabannya tidak, karena tidak sedikit orang yang memiliki ijazah dalam kehiupannya ada yang menjadi pedagang, petani, bahkan sampai tidak punya pekerjaan yang tetap. Kalau begitu berarti sekolah bukan tujuan akhir tetapi sekolah merupakan tujuan sementara, karena berijazah tidak mesti harus bekerja di perusahaan atau menjadi pegawai negeri.

Dari uraian di atas dapat saya simpulkan bahwa janganlah sekolah dijadikan niat untuk bekerja tetapi sekolah niatnya menuntut ilmu, dan bekerja itu setelah lulus sekolah tinggal kita mencarinya. Dengan demikian bila niat sekolah bukan untuk bekerja maka tidak menjadi sebuah beban apabila setelah lulus sekolah pekerjaan yang kita terima tidak sesuai dengan Ijazah kita.

LEGALITAS PKBM PERLU DIPERHATIKAN

PKBM menjamur dimana-mana dari kota sampai ke pelosok desa, berdasarkan data dari bindikmas.kemdikbud.go.id/nilem/ di Jawa Barat ada 1.649 lembaga. Jumlah tersebut menurut saya tidak sedikit sehingga upaya menyelesaikan tentang permasalahan pendidikan di masyarakat  akan segera selesai.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Arti Kata Legalitas le.ga.li.tas Nomina (kata benda) perihal (keadaan) sah; keabsahan. Menurut saya legalitas itu dapat diartikan tidah hanya sah dalam arti perijinan tetapi perlu semuanya memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini saya mengkaitkan dengan legalitas PKBM, jumlah yang ada dan tercatat tersebut apakah sudah sesuai dengan standar atau belum, yang mengacu pada delapan standar pendidikan nasional.

Mengapa saya sampaikan karena dikhawatirkan secara tertulis benar namun dilapangan tidak memenuhi standar, yang akhirnya tujuan pendidikan nasional tidak tercapai. Untuk itu saya berharap dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan khususnya jalur pendidikan non formal perlu legalitasnya di perhatikan sampai di lapangan. Dengan demikian antara catatan dan fakta akan terjadi sinkron.

Mari kita belajar bersama membangun pendidikan tidak setengah hati, tetapi keluar dari sanubari yang paling dalam dengan tujuan beribadah amaliyah dalam rangka mencari ridho Allah.